Thursday, April 2, 2020

Indonesian Parliament Luncurkan Aplikasi ‘Pilkada 2017’

Must Read

Warga Pusong Peroleh Pelayanan Kesehatan Gratis

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM -- Sekitar seribuan warga miskin pesisir Pantai Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, mendapatkan pelayanan kesehatan...

BKSDA Gagalkan Pencurian Telur Penyu

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Singkil berhasil menggagalkan upaya pencurian sekitar 2.000-an...

Gali Makam

Warga menggali kuburan untuk jenazah Hasan Tiro di samping makam Teungku Chik di Tiro yang berada di Desa Meureue,...

Harga Ikan Mahal

Suasana pasar Ikan Lampulo, Banda Aceh, Kamis (10/5). Cuaca buruk yang melanda Aceh dalam sepekan ini, menyebabkan nelayan enggan...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – The Indonesian Parliament, pengembang dan penyedia referensi politik pemerintahan, meluncurkan aplikasi ‘Pilkada 2017” yang memperkenalkan konsep ‘memilih’ dengan sistem referensi dan voting digital berbasis e-KTP.

Indonesian Parliament Executive Director Ismail Akbar dalam siaran persnya, Sabtu 10 Desember 2016 mengatakan aplikasi memuat visi misi, profil, tim kampanye, status dukungan, rekam jejak lebih dari 300 pasang calon Gubernur/Walikota/Bupati di 101 daerah di Indonesia. Aceh juga termasuk di dalamnya. “Aplikasi diharapkan dapat mendorong dan mengedukasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya secara obyektif.”

Data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif sejak era orde baru terus mengalami penurunan. Partisipasi tertinggi masyarakat tercatat pada pemilu 1999 sebesar 92 persen, 2004 (84 persen), 2009 (70,69 persen), 2014 (75,17 persen) dan yang terendah pada pemilu 2015 yaitu hanya 69 persen. Partisipasi pemilih juga menurun dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 sebesar 71.7 persen dibandingkan pilpres 2014 (70,59persen).

Menurut Ismail, pada saat yang bersamaan penyelenggaraan pemilu membutuhkan dana yang besar dan cenderung meningkat seiring inflasi. Realisasi dana penyelenggaraan pemilu 2004 sekitar Rp4,4 trilun dibandingkan dengan pemilu 2009 (sekitar 8,5 triliun), sementara kebutuhan anggaran pemilu 2014 mencapai Rp14,4 triliun dibandingkan Rp7,1 triliun pada pemilu 2015.

Dia menilai, besarnya dana negara yang digunakan untuk penyelenggaraan pemilu/pilkada hingga triliunan rupiah tidak berbanding lurus dengan meningkatnya partisipasi masyarakat serta kualitas pemilu/pilkada. Publik cenderung bersikap apatis terhadap penyelenggaraan pilkada. “Mereka pesimis siapapun pemenang pilkada tidak akan memberikan manfaat kepada lingkungan mereka secara langsung”, ujar Akbar.

Meskipun demikian, Akbar menambahkan bahwa pemerintah dan otoritas pemilu sebaiknya tidak hanya fokus pada upaya peningkatan partisipasi masyarakat namun juga memikirkan solusi terhadap sikap apatisme masyarakat dengan memfasilitasi ketersediaan dan kemudahan akses ke referensi terpercaya terkait para peserta pilkada. Masyarakat perlu diedukasi tentang pentingnya pilihan mereka bagi keberlangsungan dan arah kebijakan daerah mereka masing-masing.

Kesulitan dalam mengakses informasi serta referensi yang terpercaya mengenai calon-calon pemimpin, akan mengurangi antusiame publik dan memperkuat stigma negatif tentang politk kepentingan penguasa, partai politik dan golongan kapitalis dibalik pagelaran pesta demokrasi rakyat ini.

Karenanya, Indonesian Parliament berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum sebagai otoritas Pemilu untuk meningkatkan partisipasi publik dan kualitas pilkada serentak 2017. “Aplikasi ‘pilkada 2017’ ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan ketersediaan informasi para calon.” []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh dan...

More Articles Like This