Sunday, March 29, 2020

Ikut Aceh Internatonal Surfing Championship, Peselancar Dunia Dipeusijuek

Must Read

Organda dan Supir L-300 Razia Angkutan Liar

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Organisasi Angkutan Darat (Organda) bersama supir mobil L-300 yang dibantu sejumlah aparat polisi merazia...

Bulog Jual Beras Murah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Harga beras di Aceh melonjak dalam beberapa hari terakhir ini. Kondisi ini disikapi Badan...

SENI | Puisi-puisi Shiti Maghfira

Edelweis Seulawah Dan embun mengharumkan pagi menggantikan nama yang rapuh sebelum senja menghapusnya aku pun ikut membawa angin masuki kesunyian yang membisu lewati kabut menggeranjangi jembatan...

Gaji Pemain PSAP Belum Dibayar

SIGLI | ACEHKITA.COM -- Puluhan pemain PSAP Sigli pada musim kompetisi Divisi Utama, menagih gaji pada pengurus. Pasalnya kompetisi...

SIMEULUE | ACEHKITA.COM — Sebelum turun bertanding dalam Aceh Internatonal Surfing Championship – Simeulue Pro 2018 yang berlansung di Pantai Matanurung Kecamatan Teupah Tengah Simuelue, para peselancar dunia lebih dahulu dilakukan prosesi dipeusijuek atau tepung tawar. Peusijuek umumnya dilakukan masyarakat Aceh sebagai bentuk syukur terhadap keselamatan dan kesuksesan setiap yang ingin diraihnya.

Prosesi peusijuek para peselancar yang berasal dari 14 negara tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Simeulue, Afridawati dan Azizah Nur dari Dinas Kebudayan dan Pariwisata Aceh, Sabtu (1/9) pagi.

Selain peusijuek, peselancar 14 negara itu juga disuguhkan berbagai tarian tradisional Simeulue, seperti tarian pemulia jamee, debus dan nandong yang diiringi biola dan gendang.

Ketua Word Surf League (WSL), Steve Robenson mengaku senang bisa berkunjung ke Simeulue terlebih bisa melihat langsung ombak-ombak. “Kami sangat senang berselancar di pantai-pantai di Simeulue. Ombaknya bagus dan pantainya alami. Kami senang bermain di lokasi yang alami,” kata Steve dalam sambutan pada pembukaan.

Laman resmi Disbudpar Aceh menyebutkan, Steve juga mengaku senang karena setiap tahun ada kegiatan surfing digelar di Kabupaten Simeulue. Ia berharap agar even serupa bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya.

“Kami mengagumi lokasi surfing di wilayah pantai Kabupaten Simeulue. Kami datang ke sini untuk berselancar, kami ingin cepat cepat bisa turun ke laut,” sebutnya.

Wakil Bupati Simeulue, Afridawati mengaku Pemerintah Simeulue akan terus meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara dengan melakukan gebrakan-gebrakan lainnya agar dapat mengundang daya tarik wisatwan untuk ke Simeulue.

“Kami akan terus meningkatkan kunjungan wisatwan manca negara. Ke depan selain surfing juga akan ada kunjungan kapal layar yacht dengan cara menyuguhkan wisata laut yang tradisional, semoga Pemerintah Aceh dan Kementrian Pariwisata akan terus mendukung dari banyak sisi,” sebutnya.

Simeulue Potensi Surfing
Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Kementerian Pariwisata, Alexander Reyaan mengatakan pantai di Simeulue salah satu pantai di Indonesia yang mampu mengundang wisatawan mancanegara.

Disebutkannya, daya pikat Simeulue itu tidak terlepas dari panorama alam dan wisata bahari yang dimiliki dan juga objek wisata surfing dari sepuluh pantai di Indonesia. Dengan jumlah kunjungan wisatawan di Simeulue, kini kunjungan wisatawan mancanegara sudah di angka 15 juta atau 2 juta lagi sudah mencapai 17 juta bahkan lebih.

Menurutnya, wisata di Simeulue harus terus dipromosikan. Lokasi wisata di Simeulue tinggal pemanfaatannya saja. Kompetisi surfing yang digelar secara resmi World Surf League (WSL) dan Asian Surfing Championship (ASC) menjadi bukti nyata bahwa Laut Simeulue memiliki standar internasional dalam surfing.

“Simeulue masuk dalam 10 lokasi surfing di Indonesia yang ditetapkan pemerintah karena hampir seluruh pantainya bisa dijadikan tempat berselancar. Dengan adanya even-even seperti AISC ini alam Simeulue akan terus dikenal oleh dunia dan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam mempromosi wisata bahari membutuhkan tiga unsur penting yakni 3A mulai dari aksesibilitas (akses lokasi mudah dijangkau), amenitas (pelayanan) dan atraksi (daya jual). Namun diakuinya untuk atraksi Simeulue sudah cukup bagus.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemerintah Aceh Liburkan Sekolah Mulai Besok

Mengantisipasi meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, meliburkan sekolah-sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Aceh, mulai besok, Senin (16/3/2020). Penegasan...

Biaya Haji Aceh 2020 Rp 31.454.602, Termurah se-Indonesia

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1441 H/2020 untuk Jamaah Calon Haji asal embarkasi Aceh sebesar Rp 31.454.602 per jamaah, sedangkan besaran Bipih 1441 H/2020...

Persiraja Jadi Klub Pertama di Liga 1 2020 yang Didenda Komdis PSSI

Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan keputusan dari hasil sidang yang dilakukan pada Senin (9/3/2020) lalu. Ada 3 hukuman yang diberikan buat klub dan individu...

More Articles Like This