Thursday, April 9, 2020

Hutan Tangse Sasaran Pembalak Liar

Must Read

Aceh Sudah Kondusif: Kasad

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letjen TNI George Toisutta menyatakan secara umum kondisi keamanan...

Babak I, Skor Kacamata Belum Berubah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Hingga berakhirnya babak pertama laga semifinal antara Persiba Bantul melawan Pelita Jaya dalam laga...

Persidi Libas PS Pidie Jaya

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Persatuan Sepakbola Pidie Jaya kalah 2-1 dari Persidi Idi, Aceh Timur, pada laga kedua...

Korban Konflik Itsbat Nikah di Nisam Antara

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 52 pasangan kembali menjalani sidang itsbat nikah pada Senin 17 September 2018 di...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

TANGSE | ACEHKITA.COM – Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pidie M. Amin Affan mengakui bahwa pegunungan Tangse dan Geumpang menjadi sasaran empuk para pembalak liar untuk membabat hutan di sana. Selain kedua daerah yang berada di selatan Sigli itu, para pembalak liar juga mengincar kayu di Kecamatan Muara Tiga.

Amiruddin/ACEHKITA.COM
Amiruddin/ACEHKITA.COM
“Upaya penyelamatan hutan dari pembalakan (dan terbakar) terus kita lakukan,” kata Amin Affan saat meninjau lokasi kebakaran hutan di Desa Beungga dan Desa Blang Malo, Kecamatan Tangse, Sabtu (18/7). Sekitar 200 hektar hutan di dua desa ini terbakar sejak Jumat sore.

Amin Affan menyebutkan, Dinas Kehutanan telah mengerahkan polisi hutan untuk mengamankan hutan di Pidie yang luasnya mencapai 134.328 hektar (terdiri atas hutan produksi seluas 73.242 hektar dan hutan lindung 61.086 hektar).

Para penebang hutan yang beraksi di Tangse biasanya langsung mengolah kayu di lokasi penebangan, sehingga mudah diangkut ke kawasan Keumala atau Sigli. Kayu itu diangkut dengan becak melalui jalur perkampungan. Biasanya, rute yang dilewati kawasan Cot Seutui-Pulo Baro (di Kecamatan Keumala), hingga mencapai Kecamatan Sakti. Atau juga melalui jalan Desa Meunasah Ugadeng-Jijiem-Cot Nuran-Pulo Pante (Kecamatan Keumala) hingga melewati Desa Kandang dan Barieh (Kecamatan Sakti).

Dinas Kehutanan dan Perkebunan telah melatih 110 personel Pengamanan Hutan (Pamhut) dan 14 Polisi Hutan untuk mencegah maraknya aksi pembalakan liar. []

Previous articleToko Terbakar
Next articleBireuen Butuh Alat Tes Urin

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This