Sunday, February 23, 2020

Hari Raya Belum Pasti, Penjual Daging Was-was

Must Read

Mahasiswa IAIN Diskusi ‘Garamku Tak Asin Lagi’

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Lebih dari 100 mahasiswa Syariah IAIN Ar-Raniry hadir pada pemutaran dan diskusi film “Garamku...

Inilah Film yang Diputar di Festival Perubahan Iklim

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Goethe Institut Jakarta bekerja sama dengan Mapala Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Komunitas Tikar...

Mahasiswa Tata Boga Unsyiah Pamer Modifikasi Makanan Khas Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 11 mahasiswa tata boga jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Keguruan dan Ilmu...

PT LSM: Penutupan Hanya Aspirasi Segelintir Warga

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Manajemen PT Lhoong Setia Mining menilai desakan penghentian operasional perusahaan penambangan biji besi di...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BEUREUNUEN | ACEHKITA.COM — Para penjual daging meugang kali ini sempat merasa was-was untuk memotong kerbau/sapinya pada Senin (29/8) dinihari. Ini akibat belum jelasnya kapan hari pertama jatuhnya Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriah.

Nasir, salah seorang penjual daging meugang dari Gampong Gajah, Beureunuen, Pidie, kepada acehkita.com menyebutkan dirinya sempat ragu untuk memotong kerbaunya pada Senin dinihari. Katanya, karena belum pasti apakah hari pertama Idul Fitri jatuh pada Selasa atau Rabu.

Nasir telah menjadi penjual daging setiap meugang mulai 2007. Ia menjual dagingnya di pasar Beureunuen.

Secara kalender miladiah, Hari Raya Idul Fitri 1432 H jatuh pada Selasa. Namun, banyak masyarakat yang masih mempertanyakan soal kepastiannya. Karena beredar kabar hari pertama lebaran tahun ini jatuh pada Rabu (31/8).

Akibat beredar kabar belum adanya kepastian hari pertama Idul Fitri itu, Nasir sempat menunda untuk memotong kerbau yang telah dibelinya seharga Rp18 juta.

Namun sekitar pukul 01.00 dinihari, ia mendapat kabar dari sejumlah penjual lain di Beureunuen bahwa mereka sudah menyatakan diri untuk segera memotong kerbau/sapinya untuk dijual pada pagi ini. “Ini bisa dibilang sudah semacam intruksi dari pasar,” sebut dia.

Ia menambahkan, karena banyak pedagang lain sudah menyatakan demikian, lalu dirinya langsung bergegas untuk ikut menyembelih kerbaunya juga.

Sebelumnya, ujar dia, dirinya ragu untuk memotong kerbaunya. Karena, sambung dia, takut tidak jadi hari meugang esoknya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta,...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

More Articles Like This