Friday, April 3, 2020

Harga Daging Meugang di Pidie Naik

Must Read

Menahan Tendangan

Pemain Persiraja menahan tendangan pemain PSAP Pidie dalam Kompetisi Divisi Utama Liga Joss Indonesia 2009-2010 di Stadion Harapan Bangsa,...

Rapikan Bendera

Pedagang merapikan bendera yang dipajangnya di depan bekas Hotel Aceh, Banda Aceh, Minggu (15/8). Puncak peringatan 5 tahun penandatangan...

Romantisnya Musim Gugur di Pulau Nami

Musim gugur menjadi waktu terbaik mengunjungi salah satu pulau buatan yang berada tak jauh dari Seoul, ibu kota Korea...

Partai Aceh Deklarasi Calon Gubernur dan Bupati

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Partai Aceh mendeklarasikan bakal calon gubernur dan bupati/walikota yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

SIGLI | ACEHKITA.COM – Harga penjualan daging di Kabupaten Pidie lebih mahal jika dibandingkan tahun llu. Daging di Pidie dijual Rp100 ribu per kilogram. Namun pada meugang tahun lalu, harganya hanya Rp90.000. kenaikan ini disebabkan naiknya harga hewan ternak.

Kepala Bidang Harga Pasar Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Idham, mengatakan, sejak pukul 09.00. WIB harga daging masih bertahan pada level Rp 100 ribu per kilogram. “Ini kemungkinan pada siang hari akan terjadi penurunan,” jelasnya.

Idham mengaku, kenaikan harga daging sedikitpun tidak berpengaruh pada daya beli masyarakat. Sebab, sebut dia, daging merupakan kebutuhan masyarakat saat hari meugang, sebab rata-rata yang beli daging yaitu masyarakat dari kampung dan mereka membeli daging pada saat meugang saja. “Jadi saya pikir tidak ada pengaruhnya pada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara untuk harga bahan pokok lain terjadi kenaikan, misalnya seperti minyak goreng, sebelumnya Rp 9.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 10.000 per kilogram. Kemudian harga gula pasir juga naik dari sebelumnya Rp 9.000 menjadi Rp 9.500,/kg. “Hal ini sudah lazim terjadi ketika memasuki bulan ramadhan,” tegas Idham. []

Previous articleHijau Daun
Next articleMeugang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This