Thursday, May 28, 2020

FKH Unsyiah Dapat Hibah Mesin Anestesi dan Ventilator dari ASK Medika

Must Read

“Biarkan Saja Kami Dibunuh Orang Islam di Sini”

KUALA CANGKOI | ACEHKITA.COM – Rabya Khatun, 25 tahun, menggendong putri bungsunya Rainang Bibi, 4 tahun, saat menyusuri jalan...

Ghigani dan Syakir Diidolakan Penonton

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Patrick Sofian Ghigani, legiun asing asal Tunisia yang telah direkomendasi pelatih Herry Kiswanto untuk...

Sebelum Ditangkap, Irwandi Surati KPK

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf, ternyata pernah mengirim surat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tiga...

Dua Dosen IAIN Ar-Raniry Presentasi di Leiden

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Dua dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN Ar-Raniry) Banda Aceh mempresentasikan hasil penelitiannya di...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Rumah Sakit Hewan Fakultas kedokteran Hewan Unsyiah menerima hibah satu unit mesin anestesi dan ventilator dari PT Awal Semangat Karya Medika (ASK Medika). Penyerahan mesin tersebut dilakukan CEO ASK Medika, Mirjawal, kepada Dekan FKH, Muhammad Hambal, bertempat di ruang sidang FKH Unsyiah, Banda Aceh, Selasa (11/2/2020).

Program hibah tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama (MoU) antara FKH Unsyiah dengan PT ASK Medika dan RWD Life Science yang merupakan perusahaan di bidang anestesi dan peralatan fisiologis serta bedah. Serah terima hibah mesin anestesi dan ventilator itu turut disaksikan Wakil Dekan, Kepala RSH dan sejumlah mahasiswa yang tengah mengambil program profesi atau koas.

Muhammad Hambal mengatakan pihaknya akan menggunakan mesin tersebut sesuai dengan teori yang dipelajari di buku. Sehingga anestesi tidak lagi menggunakan cara manual, tapi sudah diatur dengan mesin yang bisa mengontrol pernapasan, detak jantung dan lainnya.

“Sehingga mahasiswa di sini yang koas bisa menggunakan alat tersebut sesuai dengan teori yang didapatkan dan hasil yang lebih maksimal. Mengingat alat ini sangat canggih untuk ukuran sekarang pada dunia kedokteran hewan,” ujar Hambal.

Menurutnya, dengan terbiasa mahasiswa menggunakan mesin yang cukup canggih tersebut, saat mereka menjadi dokter nantinya akan terbiasa juga dengan teknologi dari RWD Life Science.

Di sisi lain, kata Hambal, lewat MoU tersebut pihaknya juga telah menyepakati untuk melakukan riset bersama dengan melibatkan staf dari FKH Unsyiah. “Sehingga nantinya bisa mempublikasi hasil riset untuk kemajuan teknologi di Indonesia,” sebutnya.

Rumah Sakit Hewan FKH Unsyiah Dapat Hibah Mesin Anestesi dan Ventilator
Mesin Anestesi dan Ventilator hibah dari ASK Medika saat diuji di ruang bedah RS Hewan FKH Unsyiah. (Foto: Husaini/acehkita)

Usai dilakukan serah terima kepada RS Hewan Unsyiah, mesin anestesi dan ventilator itu langsung dilakukan uji coba di ruang bedah RS Hewan Unsyiah oleh drh Erwin. Menurutnya kelebihan mesin ventilator tersebut memiliki apnea dan sangat kompatibel untuk dokter hewan.

“Mesin RWD ini adalah mesin anestisi yang dilengkapi ventilator. Ada dua fitur, non rebreathing dan ada rebreathing system. Dimana non rebreathing kita gunakan untuk hewan kecil misalnya kucing dengan berat sekitar tiga kilogram,” ujar Erwin.

Ia menjelaskan, mesin itu bisa digunakan untuk hewan di bawah 7 kilogram dan juga hewan di atas 15 kilogram. Begitu juga dengan adanya ventilator dapat menangani pasien dengan gangguan misalnya hernia diafragmatika dan gangguan lainnya.

Erwin menambahkan, ventilator dan anestisi tersebut berkaitan. Karena hewan yang sudah dibius biasanya memerlukan nafas buatan. “Ventilator ini fungsinya sebagai pemacu nafas seandainya dia terhentinya nafasnya. Jadi ventilator ini akan membantu dia tetap bernafas, sehingga operasi bisa berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Sementara itu, CEO ASK Medika Mirjawal mengatakan pihaknya punya kepedulian terhadap dunia kedokteran hewan. “Mesin anestisi ini sudah banyak kita distribusikan. Karena barang ini telah dipakai dan telah diuji kualitasnya, makanya kita berikan kepada Fakultas Kedokteran Hewan yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Mirjawal menyebut pihaknya telah bekerja sama dengan RWD Life Science yang berada di Shenzhen China selama empat tahun. Kemudian dirinya berinisiatif melobi perusahaan tersebut untuk melakukan hibah demi peningkatan dunia kedokteran hewan di Indonesia.

“Salah satunya FKH Unsyiah. Karena saya lulusan Unsyiah, jadi di sini yang pertama. Namun tidak cuma dengan Unsyiah, setelah ini juga akan kita lakukan hibah dengan FKH IPB dan FKH UGM,” kata dia.

Ia menambahkan, pemberian hibah mesin tersebut dilakukan pihaknya karena dinilai sebagai produk canggih di dunia kedokteran hewan saat ini. “Tujuannya meningkatkan kompetensi lulusan-lulusan kedokteran hewan khususnya di Indonesia untuk mudah berinteraksi dengan kliennya atau dengan pasien-pasiennya. Jadi bisa tertolong dengan menggukana alat-alat tersebut,” pungkas Mirjawal.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi Saiful Mahdi* Saya hanya mengikuti selintas heboh "nasi anjing". Nasi bungkus ini dibagikan di kawasan...

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik Idul Fitri 1441 H bagi...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

Update Corona 14 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tak Bertambah dalam Sepekan Terakhir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kasus positif terinfeksi virus Corona di Aceh tidak ada penambahan kasus baru dalam sepekan terakahir. Kasus positif Covid-19 terakhir...

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Aceh Bertambah Jadi 12 Orang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pasien positif Covid-19 asal Bener Meriah berinisial BD (24), dinyatakan telah sembuh. Santri dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan,...

More Articles Like This