Wednesday, February 19, 2020

Enam Terminal Liar di Lhokseumawe

Must Read

FOTO | Identifikasi Lokasi Temuan Mayat

Petugas polisi mengidentifikasi lokasi penemuan jenazah di Jeulingke, Banda Aceh, Rabu (11/7). Kemarin, warga menemukan jenazah yang hanya tinggal...

Abdullah Puteh: Kemiskinan Musuh Bersama

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Calon Gubernur Aceh Periode 2017-2022, Abdullah Puteh menyebutkan, kemiskinan adalah musuh bersama yang harus...

Di Aceh Jaya, Puluhan Bendera GAM Disita

ACEH JAYA -- Sedikitnya 29 lembar bendera Gerakan Aceh Merdeka sempat dikibarkan di kawasan Aceh Jaya pada peringatan ulang...

Polisi Tangkap Empat Orang dan Sita Enam Senjata

ACEH UTARA -- Pihak kepolisian dikabarkan berhasil menangkap empat orang di Kecamatan Sawang, Aceh Utara dalam beberapa hari terakhir....
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM — Dinas Perhubungan, Kebudayaan, dan Pariwisata Lhokseumawe mencatat ada enam terminal liar yang sering digunakan angkutan umum untuk menaik-turunkan penumpang. Akibatnya, di kawasan terminal liar tersebut sering menimbulkan kemacetan.

Enam lokasi yang sering dijadikan terminal liar pihak angkutan umum jenis L-300, labi-labi, bus berbadan sedang tersebut, yakni Simpang Selat Malaka, Simpang Kuta Blang, Simpang Palapa Kota Lhokseumawe, kawasan Mon Geudong, Pasar Batuphat dan kawasan Simpang Lantas Cunda.

Kepala Dinas Perhubungan Lhokseumawe Ishaq Rizal menyebutkan, untuk menertibkan terminal liar tersebut dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil seluruh pengusaha angkutan umum di Kota Lhokseumawe untuk mensosialisasikan larangan mangkal di terminal liar.

“Sedangkan mulai Februari ini, akan kita siagakan petugas di enam lokasi tersebut untuk menjaga agar tidak ada lagi angkutan umum yang ambil penumpang di kawasan-kawasan terlarang,” ulas Ishaq Rizal kepada acehkita.com, Selasa (15/1/2013). []

* Novita Maulida, mahasiswi Basri Daham Institute of Journalism di Lhokseumawe. Basri Daham Institute merupakan lembaga pendidikan jurnalistik yang diinisiasi oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lhokseumawe sejak pertengahan 2012. Novita Maulida adalah angkatan pertama yang magang di acehkita.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

Puluhan Anak Muda Aceh Suarakan Pemenuhan HKSR

Puluhan anak muda Aceh yang mewakili lintas komunitas dan Forum Perempuan Muda menyuarakan pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) untuk kelompok muda Aceh....

Jelang Kenduri Kebangsaan, Yayasan Sukma Gelar Seminar Keacehan di Unsyiah

Yayasan Sukma Bangsa bersama Forbes Anggota DPR dan DPD RI asal Aceh dan Universitas Syiah Kuala menggelar seminar Keacehan bertema ‘Kearifan Masa Lalu Kejayaan...

More Articles Like This