Saturday, May 30, 2020

Empat Pria Dicambuk karena Main Domino di Banda Aceh

Must Read

Cuaca Buruk, Harga Ikan di Banda Aceh Melonjak

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Harga ikan di Banda Aceh melonjak dua kali lipat dari biasanya. Hal ini akibat...

Oknum Polisi Pasok Sabu ke Tahanan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Seorang oknum polisi ditangkap karena diduga memasok narkotika jenis sabu-sabu ke Rumah Tahanan (Rutan)...

Lomba Perahu

Kontingen dari Simeulue dalam perlombaan dayung perahu di Krueng Lamnyong, Banda Aceh, kemarin. Kegiatan itu merupakan bagian dari Pekan...

Diduga Mesum, Pejabat Nagan Raya Ditangkap Warga

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Warga Desa Meunasah Manyang, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, menggerebek sebuah rumah yang...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Empat pria dicambuk di Banda Aceh karena terbukti melakukan perjudian (maisir) yang melanggar qanun syariat Islam. Keempat mereka masing-masingnya berinisial SA, AZ, SO dan MU.

Keempat terpidana cambuk itu dieksekusi di halaman masjid Masjid Babuttaqwa Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, pada Senin (21/10). Masing-masing mereka dicambuk sebanyak enam kali cambukan, setelah dipotong masa tahanan sebanyak dua kali cambukan.

Sebelum eksekusi cambuk dilaksanakan, jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banda Aceh membacakan putusan Mahkamah Syariah yang menjatuh vonis cambuk kepada empat warga tersebut. Keempatnya dijatuhkan hukuman cambuk sebanyak delapan kali karena terbukti melakukan maisir (perjudian) di wilayah Kota Banda Aceh.

Kasi Pidum Kejari Banda Aceh, Yudha Utama Putra, mengatakan keempat terpidana hukuman cambuk tersebut ditangkap saat bermain judi domino di Terminal L-300 Banda Aceh. Dalam penangkapan itu turut disita uang sebanyak 210.00 rupiah dan barang bukti 27 batu domino.

“Semuanya menjalani hukuman cambuk sebanyak enam kali cambuk, dan telah dilaksanakan pada hari sebagaimana mestinya. Mereka ditangkap oleh personel Satpol PP di terminal L-300,” kata Yudha usai eksekusi cambuk.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemko Banda Aceh, Muzakir, dalam sambutannya sebelum eksekusi cambuk menyampaikan, pelaksanaan hukuman cambuk sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh menegakkan syariat Islam.

“Banda Aceh sebagai miniatur Aceh harus menjadi terdepan dalam menerapkan syariat Islam,” ujar Muzakir.

Menurutnya apapun yang kita lakukan ada konsekuensinya, terlebih lagi apabila melanggar nilai-nilai dalam ketentuan syariat Islam. “Siapa saja yang melanggar qanun syariat Islam dapat dikenakan sanksi uqubat cambuk. Oleh karena itu, kami meminta kepada seluruh warga Kota Banda Aceh untuk tidak melanggar nilai-nilai syariat Islam,” sebut Muzakir.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Gugus Tugas Aceh: OTG Covid-19 Perlu Diwaspadai, tapi Tidak Dikucilkan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Dari total 20 kasus positif Covid-19 di Aceh sampai saat ini, sudah ada dua...

AJI Desak Politikus PSI Cabut Laporan terhadap Jurnalis Senior Farid Gaban

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengecam tindakan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muannas Alaidid yang melaporkan jurnalis senior Farid Gaban ke Polda Metro Jaya....

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi Saiful Mahdi* Saya hanya mengikuti selintas heboh "nasi anjing". Nasi bungkus ini dibagikan di kawasan Tanjung Priok, Jakarta pada akhir...

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik Idul Fitri 1441 H bagi...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

More Articles Like This