Empat Pria Dicambuk karena Main Domino di Banda Aceh

0
1154
Empat Pria Dicambuk karena Main Domino di Banda Aceh
Terpidana maisir (perjudian) yang ditangkap saat bermain domino menjalani hukuman cambuk di Masjid Babuttaqwa Batoh, Banda Aceh, Senin 21 Oktober 2019. (Foto: Husaini/acehkita.com)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Empat pria dicambuk di Banda Aceh karena terbukti melakukan perjudian (maisir) yang melanggar qanun syariat Islam. Keempat mereka masing-masingnya berinisial SA, AZ, SO dan MU.

Keempat terpidana cambuk itu dieksekusi di halaman masjid Masjid Babuttaqwa Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, pada Senin (21/10). Masing-masing mereka dicambuk sebanyak enam kali cambukan, setelah dipotong masa tahanan sebanyak dua kali cambukan.

Sebelum eksekusi cambuk dilaksanakan, jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banda Aceh membacakan putusan Mahkamah Syariah yang menjatuh vonis cambuk kepada empat warga tersebut. Keempatnya dijatuhkan hukuman cambuk sebanyak delapan kali karena terbukti melakukan maisir (perjudian) di wilayah Kota Banda Aceh.

Kasi Pidum Kejari Banda Aceh, Yudha Utama Putra, mengatakan keempat terpidana hukuman cambuk tersebut ditangkap saat bermain judi domino di Terminal L-300 Banda Aceh. Dalam penangkapan itu turut disita uang sebanyak 210.00 rupiah dan barang bukti 27 batu domino.

“Semuanya menjalani hukuman cambuk sebanyak enam kali cambuk, dan telah dilaksanakan pada hari sebagaimana mestinya. Mereka ditangkap oleh personel Satpol PP di terminal L-300,” kata Yudha usai eksekusi cambuk.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemko Banda Aceh, Muzakir, dalam sambutannya sebelum eksekusi cambuk menyampaikan, pelaksanaan hukuman cambuk sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh menegakkan syariat Islam.

“Banda Aceh sebagai miniatur Aceh harus menjadi terdepan dalam menerapkan syariat Islam,” ujar Muzakir.

Menurutnya apapun yang kita lakukan ada konsekuensinya, terlebih lagi apabila melanggar nilai-nilai dalam ketentuan syariat Islam. “Siapa saja yang melanggar qanun syariat Islam dapat dikenakan sanksi uqubat cambuk. Oleh karena itu, kami meminta kepada seluruh warga Kota Banda Aceh untuk tidak melanggar nilai-nilai syariat Islam,” sebut Muzakir.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.