Sunday, November 17, 2019

Empat Pria Dicambuk karena Main Domino di Banda Aceh

Must Read

8 Gedung Koperasi Kakao Dibangun di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Delapan gedung koperasi petani kakao senilai Rp6,4 miliar akan dibangun di Aceh. Pembangunan gedung...

Giatkan Penggunaan Bahasa Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pemerintah Kota Banda Aceh berencana menggiatkan penggunaan bahasa Aceh dengan mencanangkan program:'sehari warga Banda...

Irwanto Pilih Tetap di Persiraja

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Teka-teki kabar kepindahan stopper Persiraja musim lalu, Irwanto, ke Persija Jakarta terjawab sudah. Kabar...

Wagub Jadi Fotografer Dadakan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar, ikut menghadiri Pameran Foto "BerLiMa Menatap Aceh" yang bertempat...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Empat pria dicambuk di Banda Aceh karena terbukti melakukan perjudian (maisir) yang melanggar qanun syariat Islam. Keempat mereka masing-masingnya berinisial SA, AZ, SO dan MU.

Keempat terpidana cambuk itu dieksekusi di halaman masjid Masjid Babuttaqwa Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, pada Senin (21/10). Masing-masing mereka dicambuk sebanyak enam kali cambukan, setelah dipotong masa tahanan sebanyak dua kali cambukan.

Sebelum eksekusi cambuk dilaksanakan, jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banda Aceh membacakan putusan Mahkamah Syariah yang menjatuh vonis cambuk kepada empat warga tersebut. Keempatnya dijatuhkan hukuman cambuk sebanyak delapan kali karena terbukti melakukan maisir (perjudian) di wilayah Kota Banda Aceh.

Kasi Pidum Kejari Banda Aceh, Yudha Utama Putra, mengatakan keempat terpidana hukuman cambuk tersebut ditangkap saat bermain judi domino di Terminal L-300 Banda Aceh. Dalam penangkapan itu turut disita uang sebanyak 210.00 rupiah dan barang bukti 27 batu domino.

“Semuanya menjalani hukuman cambuk sebanyak enam kali cambuk, dan telah dilaksanakan pada hari sebagaimana mestinya. Mereka ditangkap oleh personel Satpol PP di terminal L-300,” kata Yudha usai eksekusi cambuk.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemko Banda Aceh, Muzakir, dalam sambutannya sebelum eksekusi cambuk menyampaikan, pelaksanaan hukuman cambuk sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh menegakkan syariat Islam.

“Banda Aceh sebagai miniatur Aceh harus menjadi terdepan dalam menerapkan syariat Islam,” ujar Muzakir.

Menurutnya apapun yang kita lakukan ada konsekuensinya, terlebih lagi apabila melanggar nilai-nilai dalam ketentuan syariat Islam. “Siapa saja yang melanggar qanun syariat Islam dapat dikenakan sanksi uqubat cambuk. Oleh karena itu, kami meminta kepada seluruh warga Kota Banda Aceh untuk tidak melanggar nilai-nilai syariat Islam,” sebut Muzakir.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

‘Saweu Gampong’ Bertemu Ulama, Menag Fachrul Razi Tiba di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Menteri Agama Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi tiba di Aceh melalui Bandara...

Bermain Imbang, Persiraja dan Sriwijaya FC Melaju ke Semifinal Liga 2 2019

Persiraja Banda Aceh lolos ke semifinal Liga 2 2019 setelah bermain imbang dengan Sriwijaya FC dalam laga terakhir babak 8 besar, Sabtu (16/11). Laga...

Masyarakat Aceh Masih Kurang Percaya Vaksin untuk Imunisasi Anak

Masyarakat Aceh masih kurang percaya dengan vaksin, hingga jumlah anak yang diimunisasi menjadi sangat rendah. Faktornya karena ada vaksin seperti untuk campak dan rubella...

Aceh Dilanda Gempa Magnitudo 5,1

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 dengan kedalaman 175 kilometer terjadi di perairan laut Kota Sabang, Aceh, Jumat (15/11/2019) pukul...

Gempa Berpotensi Tsunami Guncang Maluku Utara dan Sulut

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Gempa bumi magnitudo 7,4 melanda perairan dekat Jailolo, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara (Sulut) pada pukul 23.17 WIB. Badan Meteorologi...

More Articles Like This