Dubes India Tawarkan Sejumlah Kerja Sama dengan Aceh

0
871
Dubes India Tawarkan Sejumlah Kerja Sama dengan Aceh
Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat, saat bertamu ke kediaman Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, di Banda Aceh, Senin 5 Agustus 2019. (Foto: Humas Setda Aceh)

Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat, menawarkan sejumlah kerja sama dan investasi dengan Pemerintah Aceh, di antaranya di bidang kesehatan, pendidikan dan pertukaran mahasiswa serta pembangunan infrastruktur konektivitas.

Hal tersebut disampaikan Pradeep Kumar Rawat saat bertamu ke kediaman Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, di Banda Aceh, Senin (5/8). Pradeep Kumar datang ke Banda Aceh bersama Konsulat Jenderal India di Medan, Shri Raghu Gurura.

Nova menyebut Pemerintah India berminat membangun rumah sakit di Kota Sabang. Ketertarikan itu disampaikan langsung Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat, saat bertamu ke kediamannya. “Dia (Pemerintah India) mau bangun rumah sakit, full investasi yang harga layanannya terjangkau,” kata Nova.

Namun demikian, kata Nova, Pemerintah India meminta tenggat waktu pengelolaan rumah sakit sebelum nantinya diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Indonesia. 

“Ini (pembangunan rumah sakit) adalah proyek yang penting. Besok kami akan mengunjungi Sabang dan setelahnya kami akan melanjutkan diskusinya,” kata Pradeep Kumar seperti disebut dalam keterangan tertulis Humas Sekretariat Daerah Aceh. Pihaknya, kata Pradeep, menjanjikan untuk memberi layanan kesehatan terbaik dengan harga yang murah. 

Nova menyebutkan, selain pembangunan rumah sakit, pihaknya juga menjajaki kerja sama di beberapa bidang lain seperti pendidikan. Pemerintah Aceh, kata Nova, tertarik mengirimkan delegasinya untuk belajar tentang pendidikan kedokteran dan pendidikan sumber daya air serta pertukaran mahasiswa. Di samping jarak tempuh yang lebih dekat, biaya pendidikan di India juga cenderung lebih murah.

Selain itu, kata Nova, Pradeep menginginkan agar pihaknya bisa membangun konektivitas penghubung dari bandara di Aceh ke Port Blair di Pulau Andaman dan Nicobar. Dengan demikian, akses ke Aceh dari pulau tersebut bisa lebih dekat.

Menurut Pradeep, jarak tempuh Port Blair ke Banda Aceh hanya berkisar 1 jam perjalanan udara. Sementara Port Blair ke Delhi mencapai 3 jam perjalanan. “Artinya, konektivitas langsung Aceh ke Andaman dan Nicobar sangat menguntungkan kedua pihak,” pungkas Nova.[RIL]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.