Thursday, January 20, 2022
spot_img

Dua Kabupaten Kembali Zona Oranye COVID-19, Aceh Tanpa Kasus Baru dalam 2 Hari

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Peta zonasi risiko penularan infeksi virus corona di Aceh berubah lagi. Jumlah zona dengan risiko rendah (zona kuning) COVID-19 berkurang tinggal 11 kabupaten. Sedangkan daerah risiko sedang atau zona oranye naik dari 10 daerah pada pekan sebelumnya, kini menjadi 12 kabupaten/kota.

“Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nasional merilis peta zonasi risiko daerah COVID-19 terbaru, berdasarkan data per 14 Februari 2021. Berdasarkan rilis tersebut ternyata Aceh Jaya dan Pidie kembali menjadi zona oranye. Sementara itu, kasus COVID-19 Aceh dilaporkan nol kasus dalam dua hari terakhir,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, Rabu (17/2)

“Aceh Jaya dan Pidie sempat menjadi zona kuning seminggu kemarin, sayang sekali keduanya kini menjadi oranye lagi,” lanjut pria yang akrab disapa SAG itu.

Ia menjelaskan, akibatnya zona kuning di Aceh berkurang menjadi 11 kabupaten. Meliputi Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Simeulue, dan Aceh Singkil.

“Sedangkan zona oranye bertambah menjadi 12 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Aceh Jaya, Pidie, Aceh Barat, Aceh Besar, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Benar Meriah, Kota Subulussalam, Sabang, Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Kota Langsa,” sebutnya.

SAG menjelaskan, peta zonasi risiko merupakan hasil pembobotan skor terhadap indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan indikator pelayanan kesehatan, di suatu daerah. Setiap indikator ada sub-sub indikatornya, seperti jumlah kasus positif COVID-19, jumlah penderita yang sembuh, dan jumlah kasus meninggal dunia.

Ia menyebut, Satgas COVID-19 kabupaten/kota dapat mempelajari indikator-indikator yang dinilai pada laman “Bersatu Melawan COVID-19”, dan kemudian melakukan intervensi-intervensi program yang tepat. Menurutnya, peta zonasi risiko atau zona warna tersebut memang dibuat sebagai navigasi bagi stakeholder dalam membuat kebijakan dan kegiatan yang berbasis data.

Namun demikian, sambung SAG, intervensi pemerintah kabupaten/kota melalui Satgas semata tidaklah cukup, perlu pelibatan dan keterlibatan setiap komponen masyarakat. Perilaku keseharian setiap orang harus menutup celah atau ruang gerak virus corona, sehingga tidak leluasa berpindah dari satu orang kepada orang yang lain.

“Kita berharap, intervensi program kegiatan oleh Satgas yang ditunjang dengan perilaku masyarakat yang menghambat pergerakan virus corona, zonasi warna di Aceh kian baik pada minggu depan,” kata SAG.

Update Data Corona di Aceh

Lebih lanjut, SAG menyampaikan, tidak ada laporan penambahan kasus positif baru, kasus sembuh, dan kasus meninggal dunia dalam dua hari terakhir di Aceh.

Ia mengatakan, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 secara akumulatif saat ini sudah mencapai 9.403 orang. Penderita COVID-19 yang masih dirawat di Aceh sebanyak 1.284 orang, sudah sembuh secara mencapai 7.739 orang, dan 380 orang dilaporkan meninggal dunia.

“Kasus sembuh tidak bertambah, demikian juga kasus meninggal dunia,” ujar SAG.[]

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,153FollowersFollow
22,900SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU