Sunday, June 7, 2020

DKPP Berhentikan Ketua KIP dan Panwaslih Aceh Besar

Must Read

FOTO | Kuah Beulangong

Seorang warga Gampong Gla Meunasah Baro, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, memasak kuah beulangong untuk kenduri anak yatim...

Hasan Tiro Sakit Usai Ngopi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Deklarator Gerakan Aceh Merdeka Hasan Muhammad di Tiro dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi...

Longsor: Jalur Aceh Tengah-Nagan Raya Putus Total

Takengon - Longsor yang terjadi di jalan Nasional Genting Gerbang - Celala yang menghubungkan Aceh Tengah - Nagan Raya...

Piala Adipura Akan Diarak Keliling Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Pemerintah Kota Banda Aceh akan mengarak Piala Adipura Kirana yang baru saja diraih sebagai...

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang kode etik penyelenggara Pemilu dengan agenda pembacaan 15 Putusan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu di Ruang Sidang DKPP, lantai 5, Jalan MH Thamrin No. 14, Jakarta Pusat pada Rabu (9/10/2019).

Dalam sidang ini, terdapat dua penyelenggara Pemilu yang mendapat sanksi pemberhentian tetap karena terbukti melanggar kode etik penyelenggara Pemilu, yaitu Ketua KIP Kabupaten Aceh Besar, Cut Agus Fathillah dan Ketua Panwaslih Kabupaten Aceh Besar, Adinirwan.

Cut Agus Fathillah merupakan Teradu I dalam perkara 133-PKE-DKPP/VI/2019. Sedangkan Adinirwan berstatus sebagai Teradu I dalam perkara 176-PKE-DKPP/VII/2019.

“Menjatuhkan sanksi berupa Pemberhentian Tetap kepada Teradu I Cut Agus Fathillah selaku Ketua KIP Kabupaten Aceh Besar,” kata Ketua Majelis, Harjono, seperti dikutip laman resmi DKPP, Rabu (9/10).

“Menjatuhkan sanksi berupa Pemberhentian Tetap kepada Teradu I Adinirwan selaku Ketua Panwaslih Kabupaten Aceh Besar,” imbuhnya.

Selain itu, DKPP juga menjatuhkan sanksi peringatan terhadap empat anggota KIP Aceh Besar lainnya: Agus Samsidi, Junaidi, Miswar dan Muhammad Hayat.

DKPP memerintahkan Bawaslu untuk mengawasi pelaksanaan putusan tersebut paling lama tujuh hari sejak putusan dibacakan.

Berikutnya, salinan putusan untuk perkara 133-PKE-DKPP/VI/2019 dapat dibaca di sini. Sementara untuk perkara 176-PKE-DKPP/VII/2019 di sini. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Perjuangan Para Ibu di Aceh Hidupkan Ekonomi Keluarga di Tengah Covid-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Dagangan bakso goreng milik Aswah pernah hampir tidak laku selama sepekan setelah salah satu...

Unmuha, Universitas Swasta Terbaik Di Aceh Versi 4ICU

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) masuk dalam 10 Universitas terbaik di Aceh Alhamdulillah Unmuha memperoleh peringkat 1 PTS se-Aceh, peringkat...

Pemko Banda Aceh Gandeng Unsyiah Gelar Tes Swab Massal untuk 1.300 Warga

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pemerintah Kota Banda Aceh bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar tes swab corona yang menyasar sekitar 1.300...

Proxemics

Proxemics Saiful Mahdi* Menurut ahli zoologi Swiss Heini Hediger, hewan menjaga berbagai batasan jaraknya dengan yang lain. Batasan ini tergantung apakah hewan dalam posisi bersiap untuk...

Haul ke-10, Wali Nanggroe Kenang Perjuangan Tgk Hasan Tiro

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Memperingati 10 tahun haul almarhum Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh DR Tgk Hasan Muhammad Di Tiro, Tgk Malik...

More Articles Like This