Friday, April 10, 2020

Dinas Pendidikan Jangan Urus Proyek: DPRA

Must Read

105 Pemakalah Tampil di Konferensi Internasional UIN Ar-Raniry

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sebanyak 105 pemakalah dan presenter dari berbagai disiplin ilmu tampil pada Konferensi Internasional yang...

Pemerintah Tetapkan Lebaran pada 6 Juli

BANDA ACEH -- Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1437 H jatuh bertepatan pada tanggal 6 Juli 2016. Hal ini dilakukan...

Kampanye Damai

Perwakilan partai politik nasional dan lokal berpose bersama usai mendeklarasikan kampanye damai Pemilihan Umum 2009 di kompleks Masjid Raya...

“Akhir Ramadan Kita Berbeda dengan Rasulullah”

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Jemaah salat Tarawih di masjid-masjid pada fase 10 akhir Ramadan semakin berkurang dibandingkan pada...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Soal masih rendahnya mutu pendidikan di provinsi ini, DPR Aceh ternyata berseberangan dengan Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar.

Jika Nazar menyalahkan minimnya peran orangtua, pihak Legislatif justru menuding Dinas Pendidikan yang tak serius, karena hanya sibuk mengurus proyek.

Ketua DPR Aceh Hasbi Abdullah mengatakan, keterlibatan Dinas Pendidikan dalam mengurusi proyek menyangkut pembangunan pendidikan selama ini, membuat mereka tak fokus pada tugas utamanya, yaitu meningkatkan mutu pendidikan.

“Kita meminta Dinas Pendidikan sekarang hanya fokus pada meningkatkan mutu pendidikan. Urusan proyek, serahkan kembali kepada Dinas Bina Marga,” kata Hasbi kepada wartawan, di Banda Aceh, Selasa (19/1).

Untuk mewujudkan hal ini, DPR Aceh akan membahasnya lagi. “Secara informal sudah kita diskusi, nanti akan kita duduk kembali untuk membahas masalah ini,” ujarnya.

Menurut Hasbi, Dinas Bina Marga lebih tepat mengurus segala proyek, karena fokus mereka lebih pada pembangunan fisik dan infrasruktur daerah. Sementara Dinas Pendidikan, tugas utamanya meningkatkan mutu pendidikan dan pembangunan moral masyarakat.

Sebelumnya, Wagub Muhammad Nazar menyatakan, sulitnya meningkatkan mutu pendidikan di Aceh,karena peran orang tua masih minim, khususnya dalam mengawasi dan membentuk moral si anak. []

2 COMMENTS

  1. Ternyata pikiran tgk Hasbi benar-benar menyejukkan kaum dhuafa Acheh. Itu wagub asal bicara, menyalahkan peran orang tua. Tidakkah diketahuinya bahwa rakyat pada umumnya hampir saja tidak menyekolahkan anaknya disebabkab ekonominya yang tambah terpuruk paska tsunami dan paska MoU Hwlsinki. Sementara wagub bisa bangga dengan topi burung garudanya, bicarapun niru-niru pejabat jawakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Banyak Warga Aceh Belum Peroleh Pengetahuan Terkait COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebagian besar warga di Aceh sampai saat ini disebut belum memperoleh pengetahuan mengenai virus...

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

More Articles Like This