Wednesday, April 8, 2020

Diduga Punk, Tiga Remaja Ditangkap di Warnet

Must Read

Partai Aceh Gelar Doa Bersama

BANDA ACEH. acehkita.com. Ratusan kader dan pengurus Partai Aceh (PA) Aceh Utara dan Lhokseumawe, mengelar doa bersama. Acara dipusatkan...

Islam Bukan Utopia

Islam Bukan Utopia Saiful Mahdi* Kasus “vaksin haram” kemarin kembali mengingatkan saya pada betapa jauhnya kemampuan Muslim untuk bisa menerapkan ajaran...

Hizbut Tahrir Tolak Kedatangan Obama ke Bali

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Puluhan anggota Hizbut Tahrir Indonesia Aceh melakukan unjuk rasa di Bundaran Simpang Lima Banda...

Gubernur Protes Penurunan Bendera Bulan Bintang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Tindakan aparat TNI dan Polri yang menurunkan bendera bulan bintang, bekas atribut Gerakan Aceh...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Polisi Syariat Islam menangkap tiga remaja putus sekolah yang bergaya mirip anak punk dan dua pelajar yang bolos sekolah di sebuah warung internet di kasawan tepi Krueng Aceh, Banda Aceh, Selasa (4/9). Kelima remaja yang ditangkap akhinya dilepaskan setelah dibina di kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Banda Aceh.

FOTO | Chaideer Mahyuddin/ACEHKITA.COM
Tiga remaja putus sekolah dan dua pelajar ini ditangkap saat sedang berada di sebuah warnet di tepi sungai Krueng Aceh. Mereka ditangkap petugas saat petugas menggelar razia rutin.

Tiga anak punk yang ditangkap akhirnya dibebaskan setelah dibina di kantor WH dan Satpol PP Banda Aceh. Sedangkan dua pelajar putri yang bolos sekolah akhinya diserahkan ke pihak sekolah untuk dibina.

Wakil Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal mengatakan penangkapan lima remaja itu merupakan untuk melakukan penertiban di Kota Banda Aceh terhadap anak-anak yang berperilaku kurang menyenangkan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum. Pemerintah kota berupaya untuk membangun kembali kesadaran para remaja putus sekolah ini.

“Kami tidak berharap generasi muda Aceh menjadi generasi yang tidak punya arah dalam kehidupannya,” kata Illiza kepada wartawan.

Menurut Illiza, remaja yang diduga anak punk yang berhasil ditangkap ini berasal dari Medan, Bireuen dan Banda Aceh. “Untuk yang berasal dari Banda Aceh, kita akan panggil orang tua, sedangkan yang dari luar Banda Aceh akan kita kembalikan ke kampung asalnya,” jelasnya.

Kelima remaja yang dibawa ke kantor WH dan Satpol PP Banda Aceh, kata Illiza, bukan ditangkap. Tetapi untuk dilakukan pembinaan. Budaya mirip anak punk, lanjut Illiza, bukan budaya warga Aceh.

“Budaya seperti ini bukan budaya kita. Jika mereka tidak ada biaya untuk sekolah, akan kita biayai. Kita tidak mau anak-anak ini menjadi anak-anak yang tidak jelas masa depannya,” pungkasnya.[]

2 COMMENTS

  1. jgn hanya berbicara , tetapi lakukan lah wahai ibu Eliza buktikan bahwa smua yg kau omongi kenyataan bukan skdar iming-iming palsuuuu !!

    PUNK dulu nya memang budaya luar negri tapi untuk saat ini Punk juga sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia yg harus di kembangkan, Kami punk bukan Preman, tapi Kami Punk adlh generasi penerus negri ini!!!
    buat smua kalangan jurnalis kami mendukung gerakan kalian, tapi kmi benci jika ada pemberitaan miring mengenai komunitas kamiiii 🙂
    ingat wahai bapak/ibu jurnalis tidak smua org yg berpenampilan PUNK dia adalah PUNK,, maka dengan ituu berhati-hati lah klu berbicara mengenai PUNK, kami tidak suka nama komunitas kami di jelekan di media masaaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This