Friday, February 21, 2020

Di Beureunuen, Kebiasaan Remaja Belanja Baju di Malam Lebaran

Must Read

Rumah Wakil Gubernur Dilempari Batu

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Rumah milik Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf di Jalan Makam Teuku Nyak Arief, Lorong...

Belasan Pengungsi Rohingya Mau Nikah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Belasan imigran Rohingya yang saat ini menghuni kamp penampungan sementara di Desa Blang Adoe,...

Posko Caleg Partai Nasdem Diberondong Tembakan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Kekerasan menjelang pemilihan umum legislatif kembali terjadi. Di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, dua orang...

Perbaiki Gugatan, Mendagri Juga Gugat KPU

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sidang lanjutan sengketa kewenangan lembaga negara di Mahkamah Konstitusi berlangsung selama dua puluh menit...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BEUREUNUEN | ACEHKITA.COM –Pada malam 1 Syawal 1432 Hijriah, suasana ramai terlihat di kawasan pertokoan Beureunuen. Warga lalu-lalang di depan toko yang masih buka. Mereka berbelanja di malam hari.

Umumnya toko pakaian di pasar Beureunuen pada malam lebaran buka hingga menjelang subuh. Sedangkan mulai esok paginya tutup hingga dua atau tiga hari. Mereka berlebaran.

Gunawan, salah seorang warga yang hendak membeli baju baru ketika dijumpai acehkita.com di Beureunuen, Selasa (30/8) malam, menyebutkan kebiasaan remaja pada umumnya berbelanja baju baru pada malam lebaran.

“Nyan keuh lagee nyoe sabe tiep malam uroe raya (seperti beginilah kondisi setiap malam lebaran),” ujar dia. Ramai sekali. Di depan pertokoan berjejer kendaraan bermotor.

Membeli baju baru pada setiap datang malam lebaran seperti sudah menjadi sebuah tradisi remaja di sini. “Saya sendiri malam ini ingin mencari sepasang baju baru,” sambung dia.

Ketika ditanyai soal mahalnya harga yang bakal diberikan oleh penjual, menurut dia, tidak menjadi penghalang karena harganya juga tidak bakal dinaikkan terlalu mahal.

“Paling cuma mahal sedikit, karena umumnya pakaian bermerek itu sudah punya standar harganya,” sebut pria jangkis itu.

Kalau dihargai terlalu mahal, sebut dia, para pembeli pasti langsung mundur dan bahkan keluar dari toko tersebut karena mereka mengetahui harga standarnya.

Menurut dia, berbelanja baju baru bagi kalangan remaja bukanlah hal baru di Beureunuen. Jauh beberapa tahun sebelumnya juga sudah ada. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta,...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

More Articles Like This