Friday, April 3, 2020

Debit Krueng Aceh Kian Berkurang

Must Read

Imigran Myanmar Mulai Terserang Penyakit

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM -- Sejumlah imigran Myanmar yang terdampar di perairan Aceh Utara beberapa waktu lalu mulai diserang penyakit....

Jatuh Bangun Usaha Songket Siem (Tamat)

Dua tahun kemudian pada pergelaran Aceh Fashion Parade yang digelar di Banda Aceh pertengahan Mei tahun 2017, Azhar terlihat...

Kejurprov PBSI Aceh 2019 Masuki Babak Final, 9 Partai Tersaji di GOR Lambung

Setelah digelar selama enam hari sejak dibuka secara resmi pada Minggu (6/10), Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia...

FOTO | Pembukaan Festival Kopi Aceh

Wakil Walikota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal menyaring kopi pada pembukaan Aceh Coffee Festival di Taman Sari Kota...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Debit air pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh, semakin berkurang dalam dua tahun terakhir. Padahal sungai ini punya peran penting dalam penyediaan air bersih bagi warga di Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Debit airnya semakin berkurang setiap tahun,” sebut Novrizal Aiyub, Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Montala Aceh Besar, Jumat (12/06).

Menurutnya, debit air Krueng Aceh saat ini rata-ratanya hanya sekitar 2.000 liter per detik. Sementara beberapa tahun lalu, debitnya bisa dua kali lebih besar. Dengan ketersediaan air yang makin berkurang itu juga membuat PDAM Banda Aceh dan Aceh Besar yang menyuplai air bersih untuk masyarakat, harus membagi kebutuhan dengan irigasi di Jantho untuk mengairi sawah warga.

Saat musim kemarau, air sudah tidak lagi menutupi dasar sungai. Sementara saat musim hujan, air tak tertahan menuju deras ke laut. Penyebabnya debit air yang berkurang disebabkan kondisi hutan yang makin parah. Pembalakan liar yang terus terjadi di hutan Aceh Besar membuat hutan gundul, akibatnya wilayah tangkapan air menjadi semakin kecil dan air tidak tertahan.

Dia juga mengatakan galian C juga memperparah keadaan. Akibat galian yang marak di sekitar aliran, dasar sungai akan semakin dalam. Akibat yang paling terasa adalah sumur warga yang kering dari di sekitar sungai dari wilayah Seulimum sampai Banda Aceh.

Solusinya hanya menjaga hutan dan merehabilitasi kembali hutan yang telah rusak. “Kita harus berusaha untuk menyelamatkan hutan sekaligus menjaga keberlangsungan DAS Krueng Aceh,” sebutnya.

Sementara itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh merilis bahwa lebih dari 40 persen debit air DAS Krueng Aceh menyusut dibandingkan dengan tahun 2000 dulunya. “Ini penyebab utamanya adalah pembalakan liar,” ujarnya.

Selain itu juga pengalihan hutan menjadi perkebunan di pegunungan Seulawah yang menjadikan penyebab krisisnya air sungai. Kondisi yang sama juga terjadi di DAS-DAS lainnya di Aceh. Akibatnya, saat musim hujan, air akan meluap karena hutan wilayah tangkapan air yang semakin sedikit.

Sementara itu, berkurangnya debit air Krueng Aceh juga disebabkan aksi penambangan pasir yang marak dilakukan pascatsunami. Kepala Produksi PDAM Tirta Daroy Murdani mengatakan, pengerukan material bangunan di sepanjang aliran sungai Krueng Aceh mulai dari Seulimuem hingga Montasik Aceh Besar berdampak pada proses penyulingan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Daroy Banda Aceh. Pasalnya, tingkat kekeruhan air meningkat.

Murdani menambahkan, kekeruhan air meningkat hingga 20 persen saat kondisi air jernih. Pada musim kemarau, sebutnya, tingkat kekeruhan air tidak lebih dari 70 MMTU (ukuran kekeruhan air). Namun saat ini kekeruhan air melebihi 100 MMTU. [ ]

Previous articleKalla
Next article2.000 Anak Rentan Dieksploitasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This