Tuesday, May 26, 2020

Cukong  Malaysia Terlibat Penambangan Ilegal di Aceh

Must Read

Peraih Medali Olimpiade Terbukti Doping

JERMAN-Perebut medali emas lari 1.500 meter Olimpiade Beijing asal Bahrain Rashid Ramzi dan dua pembalap sepeda, berada di antara...

Australia Luncurkan Endeavour Awards

BANDA ACEH, acehkita.com. Pemerintah Australia kembali meluncurkan program bea siswa endeavour awards 2010. Program bea siswa berkualifikasi Internasional itu,...

Massa Rusak Kantor Bupati Singkil

SINGKIL | ACEHKITA.COM -- Puluhan massa yang memakai kaus merah bertuliskan Satuan Tugas LSM Gempa mendatangi kantor bupati Aceh...

Bangkai Anak Gajah Mati Dikubur

GEUNIE | ACEHKITA.COM - Bangkai anak gajah liar jantan yang mati di Alue Kaye Unoe, Dusun Geunie, Desa Lhok...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askalani, menyebutkan, cukong asal Malaysia terlibat dalam penambangan ilegal di Nagan Raya Provinsi Aceh.

Tak hanya itu, Askal menyebutkan, mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka juga menjadi pemulus langkah bagi cukung luar negari tersebut, dalam mengerus isi bumi di sana.

“Dari investigasi kita (GeRAK Aceh) terkait tambang, ada cukong asal Malaysia di Nagan Raya dan mantan kombatan GAM juga terlibat,” ujar Askalani dalam diskusi terkait dampak kegiatan penambangan bagi lingkungan Aceh, di Kampus Muharram Journalism College, Jumat (25/11/2016).

Investigasi yang dilakukan GeRAK Aceh menunjukkan penemuan sebuah tongkang di laut lepas. Pihak itulah, sebut Askal sebagai pihak yang mensubsidi proses pengambilan tambang di sana. “Masyarakat sebagai pekerja hanya dibayar Rp. 200 ribu per hari,” ujarnya.

Hasil temuan GeRAK, kata Askal, telah dilaporkannya kepada Mabes Polri. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa mantan kombatan terlibat sebagai pemilik alat berat. Mereka, kata Askal adalah orang yang memiliki akses. Terdapat banyak pos ‘monyet’ di jalan menuju ke lokasi penambangan ilegal yang diinvestigasi oleh GeRAK.

“Ada siklus serta mafia yang punya akses dan wewenang bermain di sana,” ujar Askal. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

Update Corona 14 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tak Bertambah dalam Sepekan Terakhir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kasus positif terinfeksi virus Corona di Aceh tidak ada penambahan kasus baru dalam sepekan terakahir. Kasus positif Covid-19 terakhir...

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Aceh Bertambah Jadi 12 Orang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pasien positif Covid-19 asal Bener Meriah berinisial BD (24), dinyatakan telah sembuh. Santri dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan,...

KONI Aceh Serahkan Bonus untuk Atlet Peraih Medali Pra-PON, Porwil dan SEA Games

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Komite Olahraga Nasiona Indonesia (KONI) Aceh menyerahkan bonus uang tunai kepada para atlet dan pelatih peraih medali di ajang...

More Articles Like This