Thursday, April 2, 2020

Cuaca Ekstrem, Nelayan Enggan Melaut

Must Read

Rakit Masih Jadi Andalan

NAGAN RAYA | ACEHKITA.COM – Warga di Desa Krueng Mangkom dan Alue Buloh, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, masih mengandalkan...

Ini Rute Kirab Obor Asian Games 2018 di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Api obor Asian Games 2018, Selasa (31/7) pagi, akan tiba di Aceh melalui Bandara...

JK Periksa Apel PMI

Ketua umum Palang Merah Indonesia, Jusuf Kala memeriksa kesiapan relawan se-Aceh di depan Markas PMI Cabang Banda Aceh, Rabu...

“Putusan MK Terkesan Politis dan Aneh”

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Partai Aceh menyambut gembira putusan Mahkamah Konstitusi yang mengundurkan jadwal pemungutan suara pemilihan kepala...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA – Nelayan Banda Aceh dan Aceh Besar enggan melaut akibat cuaca ekstrem. Angin kencang disertai hujan dan ombak tinggi terjadi di pesisir barat dan Selatan Aceh dalam sepekan terakhir. Hujan lebat disertai petir menyebabkan tinggi gelombang laut mencapai empat meter.

Zulkifli (56), nelayan Desa Lampulo, Banda Aceh, mengaku hampir sepekan ini tidak melaut karena angin kencang dan ombak tinggi.

”Cuaca seperti ini membuat ikan tidak terlihat di permukaan. Sulit menangkap ikan dalam kondisi cuaca hujan dan angin kencang,” kata Zulkifli, di Banda Aceh, Selasa (12/7).

Menurutnya, jika pun melaut kebanyakan para nelayan tidak menuju lautan lepas, karena dengan kondisi cuaca berangin dan hujan dengan intensitas tinggi dikhawatirkan akan menganggu jarak pandang di lautan.

Palingan kita membawa boat tidak terlalu jauh hingga lautan lepas, karena kondisi cuaca seperti ini agak sulit mengemudikan boat,” katanya.

Hal senada disampaikan Sulaiman (60). Warga Lampulo ini mengakatan, musim hujan dan angin kencang menyebabkan banyak nelayan menganggur. Bahkan, kata dia, banyak nelayan terpaksa beralih profesi berdagang dan menjadi buruh tambak untuk menghidupi keluarga.

”Untuk sementara ini selama tidak melaut kami bertahan hidup dengan mengolah lahan tambak orang lain atau jualan di pasar. Kalau tidak hanya duduk di warung kopi,” ujarnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Aceh meminta nelayan mewaspadai hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Kepala Bidang Observasi dan Informasi pada BMKG Blang Bintang, Alvianto, mengatakan, fenomena cuaca ekstrem yang terjadi di Aceh disebabkan adanya daerah kumpulan angin sehingga memicu pertambahan awan hujan di atmosfir Aceh, yang juga didukung dengan adanya suhu permukaan laut yang cukup tinggi.

“Kondisi ini diperkirakan tidak berlangsung lama, tetapi kita minta warga terutama nelayan untuk mewaspadai kondisi cuaca seperti ini jika melaut,” katanya.

BMKG melaporkan, hujan disertai angin kencang diperkirakan terjadi di beberapa kawasan di Aceh terutama di Kota Banda Aceh, Meulaboh (Aceh Barat), Aceh Selatan, Singkil, pesisir barat Kota Lhokseumawe, dan Kepulauan Sabang. BMKG juga memperkirakan gelombang setinggi tiga hingga empat meter akan terjadi di Sabang, Aceh Besar, Aceh Selatan dan Singkil. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh dan...

More Articles Like This