Tuesday, July 7, 2020

Cuaca Ekstrem, Nelayan Enggan Melaut

Must Read

Perbaiki Sampan

Nelayan memperbaiki sampan di Layeun Kecamatan Leupung, Aceh Besar, Kamis (14/1). Akibat minimnya alat tangkap, sebagian nelayan belum...

DPD Desak Jokowi Hentikan Pelemahan KPK

JAKARA | ACEHKITA.COM -- Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi meminta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendesak Presiden Jokowi untuk membatalkan...

Empat Calon Absen Ngopi Bareng Pj Gubernur

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Ngopi dan sarapan bareng kandidat kepala daerah Aceh yang digagas Penjabat Gubernur Tarmizi A....

Dolive.us, Jejaring Sosial Karya Anak Aceh

JAKARTA | ACEHKITA.COM -- Hadirnya jejaring sosial tentu membuat mudah kita yang sering bergelut di dunia maya untuk bersosialisasi,...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA – Nelayan Banda Aceh dan Aceh Besar enggan melaut akibat cuaca ekstrem. Angin kencang disertai hujan dan ombak tinggi terjadi di pesisir barat dan Selatan Aceh dalam sepekan terakhir. Hujan lebat disertai petir menyebabkan tinggi gelombang laut mencapai empat meter.

Zulkifli (56), nelayan Desa Lampulo, Banda Aceh, mengaku hampir sepekan ini tidak melaut karena angin kencang dan ombak tinggi.

”Cuaca seperti ini membuat ikan tidak terlihat di permukaan. Sulit menangkap ikan dalam kondisi cuaca hujan dan angin kencang,” kata Zulkifli, di Banda Aceh, Selasa (12/7).

Menurutnya, jika pun melaut kebanyakan para nelayan tidak menuju lautan lepas, karena dengan kondisi cuaca berangin dan hujan dengan intensitas tinggi dikhawatirkan akan menganggu jarak pandang di lautan.

Palingan kita membawa boat tidak terlalu jauh hingga lautan lepas, karena kondisi cuaca seperti ini agak sulit mengemudikan boat,” katanya.

Hal senada disampaikan Sulaiman (60). Warga Lampulo ini mengakatan, musim hujan dan angin kencang menyebabkan banyak nelayan menganggur. Bahkan, kata dia, banyak nelayan terpaksa beralih profesi berdagang dan menjadi buruh tambak untuk menghidupi keluarga.

”Untuk sementara ini selama tidak melaut kami bertahan hidup dengan mengolah lahan tambak orang lain atau jualan di pasar. Kalau tidak hanya duduk di warung kopi,” ujarnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Aceh meminta nelayan mewaspadai hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Kepala Bidang Observasi dan Informasi pada BMKG Blang Bintang, Alvianto, mengatakan, fenomena cuaca ekstrem yang terjadi di Aceh disebabkan adanya daerah kumpulan angin sehingga memicu pertambahan awan hujan di atmosfir Aceh, yang juga didukung dengan adanya suhu permukaan laut yang cukup tinggi.

“Kondisi ini diperkirakan tidak berlangsung lama, tetapi kita minta warga terutama nelayan untuk mewaspadai kondisi cuaca seperti ini jika melaut,” katanya.

BMKG melaporkan, hujan disertai angin kencang diperkirakan terjadi di beberapa kawasan di Aceh terutama di Kota Banda Aceh, Meulaboh (Aceh Barat), Aceh Selatan, Singkil, pesisir barat Kota Lhokseumawe, dan Kepulauan Sabang. BMKG juga memperkirakan gelombang setinggi tiga hingga empat meter akan terjadi di Sabang, Aceh Besar, Aceh Selatan dan Singkil. []

ACEHKITA.com menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund senilai US$5.000.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

220 PNS Kemenag Aceh Dilantik Secara Virtual karena Pandemi Corona

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - 220 CPNS formasi 2018 dalam lingkup Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh dilantik dan diambil...

Bangunan Makam Cut Meutia di Aceh Utara Rusak Tertimpa Pohon

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Bangunan makam Pahlawan Nasional, Cut Meutia, rusak tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang beberapa waktu lalu. Kejadian ini turut...

Wilayahnya Rawan Bencana, Unsyiah dan Unand Kolaborasi Penelitian Kebencanaan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sama-sama berada di wilayah rawan bencana, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh dan Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat...

Anggota DPR RI Apresiasi UTBK Unsyiah di Tengah Pandemi COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Muhammad Kadafi, meninjau langsung pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer...

Webinar Harganas 2020 di Aceh: Jaga Keluarga dari COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Aceh bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) dan BKKBN Aceh menyelenggarakan webinar Hari...

More Articles Like This