COVID-19 Cenderung Meningkat di Aceh, MPA Minta Sekolah Tunda Tatap Muka

0
256

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Memulai tahun ajaran baru di tengah pandemi COVID-19 yang cenderung meningkat di Aceh, Majelis Pendidikan Aceh (MPA) meminta para pihak untuk menunda praktik belajar mengajar tatap muka. Hal itu mengemuka dalam dalam dialog virtual MPA bersama seluruh jajaran pengurus pendidikan kabupaten/kota di Aceh, Jumat (3/7/2020).

Profesor Abdi A Wahab, Ketua Majelis Pendidikan Aceh (MPA) dan Ir. Sunawardi, M. Si., Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), yang di moderatori oleh Dr Nazamuddin, ketua komisi publikasi dan kerjasama MPA. Dialog virtual juga diikuti oleh para anggota MPA dari rumah dan tempat bertugas masing-masing.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Aceh, Dr. dr. Safrizal, mengatakan pandemi COVID-19 masih memperlihatkan kecenderungan menaik, khususnya di Aceh. Jadi, diperlukan sikap kehatian-hatian, karena banyak juga anak-anak yang terjangkit COVID-19. “Jika tahun ajaran baru 2020-2021 dimulai tanggal 13 Juli ini, untuk daerah yang termasuk zona hijau pun sekolah atau madrasah tidak mesti langsung menerapkan belajar tatap muka,” katanya.

Majelis Pendidikan Aceh (MPA), Prof Abdi A Wahab, mengatakan pihaknya memberi perhatian serius pengaruh COVID 19 terhadap pendidikan Aceh. Dia meminta sekolah dan madrasah atau satuan pendidikan lain mengikuti panduan yang diberikan oleh pemerintah melalui Keputusan Bersama empat menteri yang mengatur bagaimana proses pembelajaran dilangsungkan dalam masa pandemi ini.

Walaupun daerah zona hijau boleh melangsungkan pembelajaran tatap muka langsung, perizinannya berlapis mulai dari izin pemerintah daerah atau Kanwil/Kantor Kemenag hingga harus ada izin orang tua. Sekolah atau madrasah pun harus menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. “Apalagi jika daerah tergolong dalam zona kuning dan merah, belajar dari rumah adalah solusinya,” sebutnya.

Mantan Rektor Unsyiah ini menambahkan bahwa MPA telah menyampaikan pertimbangan kepada Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengenai rencana dimulainya tahun ajaran baru pada 13 Juli 2020. Baru-baru ini, MPA menyampaikan 7 (tujuh) rekomendasi pertimbangan kepada Plt Gubernur Aceh. Sebagai berikut:

Pertama, menunda pembelajaran pada satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah tahun ajaran 2020/2021 secara tatap muka untuk wilayah zona kuning, oranye, dan merah.

Kedua, melibatkan orang tua secara aktif dalam pengambilan keputusan dimulainya pembelajaran tatap muka.

Ketiga, dalam hal pembukaan sekolah dan madrasah berasrama pada zona hijau sebaiknya Pemerintah Aceh mengikuti panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun  ajaran dan tahun akademik baru di masa pandemi COVID-19 sesuai arahan pemerintah melalui Keputusan Bersama 4 menteri, Mendikbud, Menag, Menkes, dan Mendagri.

Keempat, MPA mendukung penuh prinsip Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mengatakan bahwa kesehatan dan keselamatan siswa-siswi harus menjadi prioritas utama yang perlu dipertimbangkan.

Kelima, rendahnya kasus yang terkonfirmasi positif di Provinsi Aceh belum terbukti secara epidemiologi di mana ada kemungkinan itu terjadi karena belum dilakukan pengujian massal.

Keenam, mempersiapkan perangkat sarana dan prasarana pembelajaran daring dan luring yang dipensyaratkan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar pada era COVID-19.

Ketujuh, segera melakukan evaluasi dan monitoring pembelajaran tatap muka pada zona hijau. []

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.