Sunday, January 26, 2020

Cermin

Must Read

Presiden Terpilih Harus Jaga Perdamaian

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar mengemukakan bahwa masyarakat Aceh membutuhkan presiden dan wakil presiden yang...

Irwandi Berharap Dukungan Golkar

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Bakal calon gubernur Irwandi Yusuf masih berharap agar Partai Golkar memberikan dukungan terhadap pencalonnya...

Anti Kekerasan Pers

Jurnalis mengumpulkan sejumlah alat kerja saat demo menentang kekerasan terhadap insan pers di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh. Kasus...

Dayah Darul Kamaliyah Gelar Musabaqah

KEUMALA | ACEHKITA.COM - Dayah Darul Kamaliyah (DDK) Mesjid Raya Keumala yang berada di Gampong Jijiem Kecamatan Keumala, Pidie,...

Gara-gara wartawan, Fortuner, dan Novanto, saya teringat momen dalam potongan foto ini. Jurnalis majalah Der Spiegel, Nils Klawitter, sedang mewawancarai Gunarti tentang penolakan petani Kendeng terhadap perusahaan semen Jerman (HeidelbergCement – Indocement) di Pati.

Majalah beroplah 700 ribu dengan reputasi internasional yang dibaca 6 juta orang ini mengirim Nils dari Hamburg untuk menemui Gunarti di kota Leipziq.

Kawan-kawan aktivis Jerman yang menemani Gunarti lalu mengatur wawancara di sebuah rumah makan. Saya hanya menonton. Sesekali membantu menerjemahkan dari Jawa ke Inggris.
Kami semua memesan makanan dan minuman, kecuali Nils. Ia menampik tawaran bahkan untuk secangkir kopi atau teh panas pengusir dingin. Ah, mungkin ia ingin fokus wawancara dulu, batin saya.

Tapi setelah wawancara usai, dan dilanjutkan dengan obrolan informal, ia pun tetap menolak memilih makanan dan minuman yang kami tawarkan.

Saya mulai berhenti membujuk karena menduga memang itulah standar aturan dalam interaksi antara wartawan dan narasumber di Spiegel. Kalaupun sama-sama makan, mungkin harus bayar sendiri-sendiri.

“Keren, tapi kaku dan dingin. Khas disiplin orang Jerman,” batin saya menguatkan anggapan umum.

Saya tak sempat bertanya ihwal ini, karena ia segera pergi dan kembai ke Hamburg petang itu juga untuk mengejar tenggat tulisan. Sementara kami harus bergegas ke bioskop untuk pemutaran “Samin vs Semen”.

Setelah wawancara ini, beberapa kali Nils mengemail saya untuk mengonfirmasi beberapa detil dalam wawancara dan mencocokkan data.

Sepekan kemudian, dalam perjalanan pulang di bandara, kami membeli Der Spiegel yang bertepatan dengan hari terbit. Ia menurunkan laporan satu halaman dengan judul “Ketegangan di Timur Jauh”.

“Produksi semen adalah bisnis yang kotor, karena itu HeidelbergCement senang berproduksi di daerah yang kurang ada perlawanan,” tulis Nils, tajam.

“Gunarti yang keluarganya bisa hidup dengan 140 Euro per bulan, bertanya pada CEO Bernd Scheifele yang gajinya 10 juta Euro per tahun, ‘Kapan Anda pergi dari daerah kami?” sambungnya.

Der Spiegel yang artinya “Cermin” tampaknya sedang menjalankan fungsinya, yakni tempat masyarakat Jerman berkaca, benarkah kemakmuran yang didapat bukan dari hasil mengeksploitasi dan merusak kampung orang lain.

Kisah perjalanan Gunarti dan orang-orang yang membantu menggalang solidaritas internasional akan kami filmkan. Saya dibantu videografer lokal dari Pati, Nopet sedang menggarapnya.
Semoga akhir atau awal tahun nanti sudah dapat ditonton.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

AJI-UNICEF Gelar Pelatihan Liputan Hak Anak untuk 25 Jurnalis Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh menggelar workshop peliputan hak anak untuk 25 jurnalis...

Djulaidi Kasim Jabat Plt Kakanwil Kemenag Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Menteri Agama RI Jenderal (Purn) Fachrul Razi menunjuk Drs Djulaidi Kasim, M. Ag sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor...

Pemerintah Aceh Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Bupati Bireuen

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pemerintah Aceh menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Bupati Bireuen, Saifannur, di Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya, Kota...

Bupati Bireuen Saifannur Meninggal Dunia

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Bupati Bireuen, Saifannur, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya, Kota Medan, Sumatera Utara. Ia menghembuskan nafas...

Panglima Militer Thailand Belajar Penanganan Konflik dan Teken Kerja Sama di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Panglima Angkatan Darat Kerajaan Thailand atau Royal Thailand Army (RTA), Jenderal Apirat Kongsompong, melakukan kunjungan ke Aceh, pada Selasa...

More Articles Like This