Thursday, April 2, 2020

Calon Pengantin Jadi Buronan

Must Read

Seribu Atlet Bertarung di Pomda

MEULABOH | ACEHKITA.COM – Sebanyak 1.000 atlet dari 27 perguruan tinggi negeri dan swasta yang tersebar di Aceh ...

Tolak Qanun

Warga yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Sipil Peduli Syariat berunjukrasa ketika pelaksanaan rapat paripurna pengesahan rancangan Qanun Hukum Jinayah...

Mantan Ketua AJI Terpilih Jadi Presiden SEAPA

JAKARTA | ACEHKITA.COM -- Eko "Item" Maryadi, Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia periode 2011-2014, terpilih menjadi Presiden...

Indonesia Punya Rekor Buruk Lawan Singapura

Banda Aceh – Indonesia akan memainkan laga terakhir babak kualifikasi piala AFF 2016 melawan Singapura, Jumat (25/11/2016) besok. Meski punya...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

ACEH BESAR | ACEHKITA.COM – Muzakkir alias Kiet harus berurusan dengan polisi, sehari menjelang pernikahan. Penyebabnya, warga Desa Siem, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, itu nekat menusuk Marwan Yunus (51), dan Nasrul Fuad (17) dengan belati. Diduga, Marwan ditusuk karena ogah memberikan pinjaman uang kepada Muzakkir yang akan menikah besok.

Akibat perbuatan Muzakkir, Marwan dan Nasrul terpaksa harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh, akibat luka di dada kiri dan kanan, luka sayat di perut, serta di kelima jari tangan sebelah kanan. Sementara Nasrul, anak Marwan, tertusuk di bagian rusuk sebelah kiri.

Usai menusuk korban, Muzakkir melarikan diri. Kapolsek Darussalam Inspektur Dua Afrizal mengatakan, polisi kini sedang menguber calon pengantin baru itu. Sejumlah barang bukti telah diamankan, kata Afrizal.

Ipda Afrizal menyebutkan, berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sejumlah saksi, modus penusukan itu ditengarai karena korban tidak mau memberikan pinjaman untuk biaya pernikahan, yang sejatinya akan digelar besok.

“Sebelumnya, pelaku juga pernah meminjam uang, namun tidak pernah membayarnya. Kita masih mengembangkan motif pembacokan ini,” kata Afrizal kepada acehkita.com.

Insiden ini bermula saat Muzakkir, yang masih mempunyai hubungan saudara, mendatangi rumah Marwan Yunus sekitar pukul 08.00 WIB, Sabtu (6/6), di Desa Tanjong Selamat. Saat tiba di rumah, Muzakkir diterima Suhartini, istri korban.

“Waktu saya buka pintu, dia langsung menanyakan Bapak. Karena masih berkemas-kemas, saya persilakan dia masuk dan menunggu di ruang tamu,” kata Suhartini.

Suhartini menaruh curiga pada gerak-gerik Muzakkir, yang langsung mengunci daun pintu. Namun, karena masih ada hubungan famili, Suhartini membiarkan saja. Tak berapa lama, Marwan Yunus keluar dari kamar. Kiet, kata Suhartini, langsung menghampiri suaminya.

“Baru berbincang dengan suami saya, Kiet meminta saya membuat minum untuknya,” kata Suhartini.

Saat sedang memanaskan air untuk menjamu tamunya itu, Suhartini kaget mendengar pekikan suami dan anaknya yang meminta tolong. Begitu tiba di ruang tamu, ia mendapati suami dan anaknya bersimbah darah. Suhartini berteriak meminta tolong, sehingga para tetangga berhamburan ke rumahnya. Sementara Kiet sudah kabur.

“Saat hendak ke dapur, saya hanya sempat mendengar suami saya bilang, ‘oke, nanti saya kasih’,” kata Suhartini.

Polisi kini tengah memburu pelaku. “Kita akan terus mengejar pelaku pembacokan ini,” kata Ipda Afrizal. []

1 COMMENT

  1. Sedemikian mahalkah harga perkawinan.? itulah potre masyarakat kita hari ini, nafsu besar tenaga kurang. Sungguh disayang, darah sudah bersimbah kawin pun gagal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh dan...

More Articles Like This