Thursday, April 2, 2020

Calon Pemimpin Aceh Diminta Perkuat Visi-Misi Lingkungan

Must Read

Konferensi Pers BKRA

Kepala Sub Humas BKRA Juanda Djamal didampingi Kepala Pelaksana Harian Iskandar memberikan keterangan pers tentang kebijakan Badan Kesinambungan Rekonstruksi...

BCA dan WWF Tanam 3.000 Mangrove di Lam Ujong

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Bank Central Asia bekerjasama dengan World Wide Funds for Nature (WWF) menanam 3.000 bibit...

PSSB-PSP Padang Main di Stadion Cot Gapu

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sabtu (25/2) petang, PSSB Bireuen akan melakoni laga lanjutan Divisi Utama LPIS dengan melawan...

FOTO | Sidang Satwa Pertama di Mahmil Aceh

Tersangka Rawali melihat barang bukti obset harimau sumatera yang digelar di Pengadilan Militer Banda Aceh, Kamis (24/10). Dua anggota...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh meminta para calon pemimpin Aceh yang maju dalam gelaran Pilkada 2017, untuk memperkuat visi-misi lingkungan hidup.

Walhi menyebutkan, dalam penjabaran visi-misi dan program unggulan ke enam pasangan calon gubernur – wakil gubernur, isu lingkungan hidup tidak mendapatkan tempat dibanding isu pembangunan infrastruktur, ekonomi kerakyatan, pendidikan, dan kesehatan. Berbagai isu tersebut, kata Walhi, dipandang oleh pasangan calon sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan elektabilitas jelang hari pemilihan.

“Isu lingkungan hidup diabaikan oleh para pasangan calon,” ujar Muhammad Nur, Direktur Eksekutif Walhi Aceh, dalam rilis yang dikirimkan ke media, Senin (12/12/2016).

Nur menyebutkan, berbagai fakta di lapangan membuktikan bahwa kerusakan lingkungan menjadi penyebab utama dari berbagai persolan seperti gagal panen dan berbagai dampak lainnya atas pembangunan di Aceh. “Tujuan adil dan makmur seperti yang termaktub dalam visi-misi pasangan calon sulit terwujud dengan kondisi alam dan lingkungan yang semakin kritis,” ujarnya.

Nur menambahkan pelestartian lingkungan hidup harus menjadi bagian utama dalam pembangunan yang berkelanjutan. Apalagi, melihat kondisi frekuensi bencana yang terjadi di Aceh. Kondisi tersebut membuat Aceh mengalami kerugian bencana yang mencapai Rp.1 triliun setiap tahunnya.

“Kami berharap pemimpin yang terpilih memahami kondisi yang  terjadi,” ujar M. Nur. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh dan...

More Articles Like This