Thursday, February 27, 2020

BMKG: Curah Hujan Meningkat, Waspada Banjir Bandang

Must Read

PNPM dan BKPG Tampung 77 Ribu Tenaga Kerja

Program pembangunan secara integrasi antara PNPM Mandiri Perdesaan dan BKPG di Aceh telah menampung 77.487 tenaga kerja. Mereka tersebar...

Setelah 10 Tahun Petaka Itu

KOTA-kota ini pernah porak-poranda akibat laut murka sehingga merenggut 170 ribu jiwa warga Aceh dan Nias (Sumatera Utara). Petaka...

FOTO | Atjeh FC Juara

Pemain dan official Atjeh FC melakukan selebrasi setelah berhasil meraih tropi Piala Gubernur Aceh 2012 di Stadion Harapan Bangsa,...

Dilindas Dam Truk, Dua Remaja Tewas di Pidie Jaya

TRIENGGADENG | ACEHKITA.COM - Dua remaja tewas setelah dilindas dam truk fuso dalam kecelakaan lalulintas di Jalan Nasional Medan...

JAKARTA | ACEHKITA.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi terjadinya banjir bandang di sejumlah wilayah di Indonesia menyusul semakin meningkatnya curah hujan. Wilayah rawan banjir bandang untuk periode satu minggu ke depan termasuk Aceh, kemudian Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

“Wilayah tersebut rentan karena berada di sekitar zona tektonik aktif yaitu di kaki perbukitan struktural yang curam dn berbentuk memanjang,” ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawari dalam keterangan pers tertulis, Senin (15/10).

Dwikorita menerangkan, secara keilmuan banjir bandang dikontrol oleh tiga kondisi utama. Pertama, kondisi geologi yang terjadi pada daerah hulu dari sungai-sungai yang mengalir di zona pegunungan dengan tektonik aktif, berkaitan dengan kondisi patahan aktif dan kekar-kekar yang membentuk pegunungan dan lembah-lembah sungai.

Kedua, kondisi seismisitas atau kegempaan dengan kekuatan mulai dari Magnitudo 2.5 hingga 4. Ketiga adalah adanya curah hujan ekstrem yg memicu terjadinya banjir bandang.

“Ketiga kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya longsor-longsor atau runtuhan batuan pada lereng dan lembah sungai pegunungan atau perbukitan tektonik aktif di bagian hulu,” imbuhnya.

Endapan longsor tersebut, tambah Dwikorita, terakumulasi di dalam lembah-lembah sungai yang akhirnya membendung aliran sungai dari arah hulu. Pada saat terjadi hujan ekstrem, kata dia, endapan longsor tersebut akan terdesak atau tertekan sehingga jebol dan membentuk aliran tanah pekat bercampur air sungai yang meluncur dengan kecepatan tinggi.

“Aliran inilah yang disebut dengan banjir bandang. Jangkauan aliran banjir bandang dapat mencapai beberapa kilometer dari arah hulu,” tuturnya.

Terkait hal tersebut, BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir bandang. Terutama mereka yang bertempat tinggal di sepanjang aliran sungai.

Menurut Dwikorita, material yang dibawa oleh banjir bandang bukan hanya berupa tanah dan bebatuan namun juga pepohonan.

Sejumlah tanda-tanda, lanjut Dwikorit, bisa menjadi alarm peringatan dini terjadinya banjir bandang. Di antaranya pertama, air sungai yang tiba-tiba berwarna keruh atau mengalir bersama lumpur, pasir, dan bahkan disertai ranting-ranting kayu. Kedua, kadang disertai kenaikan muka air sungai sekitar 10-20 centimeter.

Dan ketiga, cuaca di pegunungan atau perbukitan hulu sungai terlihat mendung atau berawan tebal.

Lebih lanjut dia menyebutkan apa yang harus dilakukan untuk antisipasi terjadinya banjir bandang: pertama, segera tinggalkan lembah atau bantaran sungai bila terlihat tanda-tanda/gejala seperti tiga poin di atas.

Kedua, perlu dilakukan inspeksi di hulu sungai, untuk melacak adanya endapan-emdapat longsor di hulu sungai.

“Endapan tersebut perlu segera ditangani agar tidak terakumulasi membendung sungai dan akhirnya jebol meluncur ke bawah saat hujan ekstrem terjadi,” demikian Dwikorita.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This