Bireuen United Champion!

0
1546

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Bireun United (BirU) berhasil menjadi jawara Kompetisi Liga Aceh Seri 2011 Primer, usai mengalah Pidie Jaya FC 2-0, di partai final. Kemenangan ini sempat diwarnai pemukulan terhadap wasit.

Reza Fahlevi/ACEHKITA.COM
Bermain di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu (1/1/12) malam, pada babak pertama, BirU langsung membangun serangan ke kubu Pidie Jaya. Namun kuatnya pertahanan yang disajikan Syahrur Ramadhan cs, tak mampu dilewati pemain depan BirU hingga ke area kotak penalti.

Di menit 11, BirU memiliki peluang untuk membuat gol, lewat Martoni usai sepakannya yang mampu ditepis kiper Pidie Jaya, Samsuar. Sembilan menit berselang, gol yang ditunggu-tunggu publik Bireuen akhirnya tercipta juga. Raja David sukses membobol gawang Pijay, setelah menerima umpan tendangan bebas yang dilakukan Roya Suheymi.

Keunggulan satu bola tak membuat Laskar Kuta Juang puas. Pada menit 41, Martoni menambah gol kedua buat BirU. Skor 2-0 untuk kemenangan Martoni dkk bertahan hingga jeda babak pertama.

Usai jeda, BirU yang unggul 2-0 semakin agresif melakukan serangan ke barisan pertahanan Pijay FC. Di menit 48, Raja David hampir menambah gol ketiga bagi timnya. Tapi sayang, tendangannya terlalu lemah dan mampu diselamatkan dengan baik oleh Samsuar.

Ketinggalan 2-0 bagi Pijay, tak membuat anak asuh Amrizal HS patah semangat. Pada menit 52 Akmal gagal memanfatkan peluang setelah sepakannya melebar ke sisi gawang BirU yang dikawal Maulizanur.

Menit 74 BirU melakukan serangan balik lewat Martoni. Sayang, Martoni dijatuhkan di dalam kotak penalti oleh Muhajir. Wasit mengganjar sepak penalti. Keputusan wasit ini diprotes pemain Pijay FC. Akibatnya, terjadi insiden pemukulan terhadap wasit yang dilakukan pemain.

Pertandingan sempat dihentikan beberapa menit. Selang 30 menit pertandingan dilanjutkan kembali, usai mendapatkan keputusan dari kedua tim. Mendapat hadiah penalti, pemain BirU Ibnu Basyir menjadi eksekutor. Tendangannya tidak menjurus ke arah gawang, namun sikulit bundar melambung ke sisi gawang BirU. Sayang, penalti tak membuahkan angka.

Skor 2-0 buat Martoni dkk pun bertahan hingga laga usai.

Dengan kemenangan ini, Bireuen United yang tak pernah terkalahkan di partai empat besar berhak mendapatkan uang tunai sebesar Rp 50 juta. Sedangkan Pijay FC yang jadi runner-up mendapat hadiah Rp 30 juta. Dan untuk juara ketiga diduduki Aceh Utara United dengan hadiah sebesar Rp 20 juta. Selanjutnya peringkat keempat milik Gayo Fc yang memperoleh hadiah sebesar Rp 10 juta dan masing-masingnya mendapatkan tropi.

Sementara untuk pemain terbaik dipegang oleh Muammar Arief, pemain Pijay FC, yang berhak mendapat uang pembina sebesar Rp 3 juta. Untuk katagori pencetak gol terbanyak milik pemain BirU, Martoni, setelah mengumpulkan 11 gol selama kompetisi berlangsung dan mendapatkan uang pembina Rp 5 juta ditambah tropi masing-masing.

Kemenangan ini disambut suka cita BirU. “Kami sangat senang dengan hasil ini, dan kepemimpinan wasit pun sangat sportif,” ungkap Mulya Saputra usai laga.

Sebaliknya, pelatih Pijay Amrizal HS sangat kecewa dengan hasil pertandingan ini. “Saya sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit pada malam ini. Padahal anak-anak sudah bermain bagus. Bagi kami wasit tidak sportif, karena jelas-jelas membela tim Bireuen,” kesalnya. []

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.