Tuesday, May 26, 2020

Bireuen Punya Qanun Hutan Adat

Must Read

Bungkam Pelita Jaya, Semen Padang Juara III

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Semen Padang sukses meraih juara III Piala Gubernur Aceh II usai menang 1-0 atas...

FOTO — Pengungsi Rohingya Divisum

Polwan mengawal seorang pengungsi Rohingya yang diduga menjadi korban perkosaan untuk divisum di RSU Cut Mutia, Aceh Utara, Rabu (30/09/2015)....

Ahli: KEL Harus Masuk dalam Qanun RTRW Aceh

JAKARTA – Sejumlah ahli berpendapat bahwa Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) harus tetap dimasukkan dalam Qanun Rencana Tata Ruang Wilayah...

Banjir Landa 19 Desa di Aceh Jaya, 4.204 Jiwa Terdampak

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 19 desa di empat kecamatan dalam Kabupaten Aceh Jaya dilanda banjir pada Selasa...

BIREUEN | ACEHKITA.COM – Kabupaten Bireuen kini memiliki Qanun Hutan Adat Mukim, setelah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen Rabu 13 Desember 2017.

Pengesahan qanun didasari kesadaran menyelamatkan hutan yang makin parah kerusakannya. “Bahwa hutan yang ada di Kabupaten Bireuen berada di titik nadir,” kata Muhammad Nur, Anggota DPRK Bireuen.

Qanun Hutan Adat Mukim, kata M Nur menjadi tameng agar hutan tidak habis akibat perambahan hutan oleh cukong kelapa sawit. “Setelah ditetapkan, dapat segera disosialisasi kepada masyarakat, dan merincikan Qanun Hutan Adat dalam aturan yang lebih detil dan teknis.”

Dalam implementasi nantinya, aturan tersebut diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Warga juga diharapkan proaktif dalam menjaga hutan di sekitar tempat tinggalnya.

Kabag Hukum Setdakab Bireuen, M Zubair mengatakan dengan ditetapkannya Qanun Hutan Adat, maka Pemerintak Kabupaten Bireuen punya landasan hukum untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan sesuai materi dalam Qanun tersebut. “Dan ini sangat bermanfaat bagi perlindungan hutan adat di Bireuen.”

Sementara itu, Sekretaris Pelaksana Jaringan Komunitas Masyarakat Adat (JKMA) Aceh, Zulfikar Arma mengatakan ditetapkannya qanun tersebut menandakan kesadaran masyarakat adat di Aceh semakin baik, terutama dalam menjaga hutan dan lingkungannya. Qanun tersebut merupakan inisiatif DPRK Bireuen, sementara naskah akademik dan rancangan qanunnya disusun oleh JKMA Aceh bersama Aceh Green Community (AGC).

Sejauh ini, sudah ada dua daerah di Aceh yang punya aturan qanun tentang hutan adat. Sebelumnya pada 4 November 2017, Kabupaten Aceh Jaya juga menetapkan qanun serupa untuk menjaga hutan di wilayahnya. []

JKMA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

Update Corona 14 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tak Bertambah dalam Sepekan Terakhir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kasus positif terinfeksi virus Corona di Aceh tidak ada penambahan kasus baru dalam sepekan terakahir. Kasus positif Covid-19 terakhir...

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Aceh Bertambah Jadi 12 Orang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pasien positif Covid-19 asal Bener Meriah berinisial BD (24), dinyatakan telah sembuh. Santri dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan,...

KONI Aceh Serahkan Bonus untuk Atlet Peraih Medali Pra-PON, Porwil dan SEA Games

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Komite Olahraga Nasiona Indonesia (KONI) Aceh menyerahkan bonus uang tunai kepada para atlet dan pelatih peraih medali di ajang...

More Articles Like This