Friday, February 28, 2020

Bimbingan Massal untuk Calon Pengantin

Must Read

FOTO | Menahan Tendangan Keras

Pemain PSLS Lhokseumawe, Rizal Leubu melakukan tendangan dari luar kotak pinalti dalam laga pekan ke-17 Indonesian Premier League di...

Sudah 9 Tahun, APBA Aceh Terlambat Disahkan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sampai saat ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Aceh (APBA) 2013 belum disahkan oleh Dewan...

Daftar Pemilih Sementara Diumumkan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh hari ini, Rabu (5/10), mengumumkan daftar pemilih sementara warga...

Tari Kolosal 1.300 Siswa Meriahkan Pembukaan O2SN 2019 di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Upacara pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2019 di Aceh berlangsung meriah. Penampilan ragam...

BIREUEN | ACEHKITA.COM – Sebanyak 50 pasangan calon pengantin mengikuti bimbingan secara massal sebelum melakukan prosesi pernikahan, pada Kamis (1/11/2018) di Kemukiman Geurugok, Gandapura, Bireuen. Bimbingan ini diberikan kepada calon pengantin dari empat kecamatan: Gandapura, Makmur, Kutablang, dan Peusangan Siblah Krueng.

Kepala Kantor Kementerian Agama Bireuen, Zulkifli Idris, mengatakan bimbingan perkawinan ialah prasyarat bagi calon pengantin sebelum melakukan pernikahan. Setelah bimbingan, pasangan calon pengantin memperoleh sertifikat pranikah.

“Sertifikat ini menjadi salah satu syarat saat mendaftarkan pernikahan di Kantor Urusan Agama,” kata Zulkifli.

Kepala KUA Kecamatan Makmur, Abd. Halim Mubary yang menyampaikan materi tentang mempersiapkan generasi berkualitas, mengatakan, sangat penting bagi orang tua mendidik anak dengan menerapkan pola asuh, asih, dan asah.

Menurutnya, anak-anak yang hidup di era generasi milenial dan generasi z, berbeda pola asuhnya dengan anak-anak yang hidup pada generasi sebelumnya yang belum mengenal teknologi informasi.

“Jika dulu anak-anak sebelum tidur mendengarkan dongeng dari orang tuanya, tapi anak zaman now mencari sendiri pengantar tidurnya lewat layar gadget atau televisi,” kata Halim Mubary.

Sementara generasi milenial, kata Halim, mereka hidup dari layar ke layar. “Sehingga kehidupan mereka menjadi impulsif dan lebih senang menyendiri, dari pada berinteraksi dengan teman-teman mereka,” tutur dia. []

RALAT: Pada paragraf pertama, sebelumnya kami menulis Kecamatan Geurugok, Bireuen. Yang benar: Geurugok merupakan sebuah kemukiman di Kecamatan Gandapura, Bireuen. Dengan demikian, kekeliruan ini telah kami perbaiki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This