Sunday, March 29, 2020

Besok, Lamp On Putar Dokumenter di IAIN

Must Read

PSAP, Ayo Bangkit!

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sore ini, Senin (6/2), PSAP Sigli akan menjamu Gresik United di Stadion Kuta Asan...

FOTO | Dobrak Barikade Polisi

Demonstran menarik tameng barikade polisi hingga terjatuh dalam simulasi pengamanan pilkada di Mapolda Aceh, Kamis (19/1). Polisi akan mengamankan...

Buka Puasa di USA

Kaum muslim di Amerika Serikat menikmati hidangan berbuka puasa di Islamic Center Washington DC, Minggu (5/9). Acara berbuka bersama...

Pohon Pinang Bercabang Delapan

ACEH UTARA | ACEHKITA.COM -- Pernahkah Anda melihat pohon pinang mempunyai cabang. Lazimnya, pohon pinang itu tak bercabang. Namun...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Lamp On Aceh Film Community bekerjasama dengan Ragam Community dan Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry menggelar acara pemutaran film dokumenter dan fiksi di Ruang Sidang Fakultas Dakwah, Sabtu (31/3) besok.

Lamp On mempersembahkan dua buah karya film dokumenter. Salah satunya, film yang baru selesai diproduksi beberapa waktu lalu, berjudul “Pulo Aceh, Surga yang Terabaikan”. Sementara film kedua, merupakan karya yang memenangkan juara II Festival Film Edukasi, Kementerian Pendidikan Nasional, akhir tahun lalu di Surabaya. Film Dokumenter tersebut berjudul; Ironi di Balik Gaptek.

Komunitas Ragam akan mempersembahkan satu film fiksi berjudul “NKRI”. Film karya M. Isa, mahasiswa semester akhir urusan Komunikasi, Fakultas Dakwah, ini mengisahkan tentang keberagaman. Indonesia yang memiliki banyak suku, budaya, dari Sabang sampai Merauke, namun tetap disatukan dalam sebuah bingkai: Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Film dokumentar “Pulo Aceh, Surga yang Terabaikan” baru kali ini diputar untuk publik Banda Aceh. Sebelumnya, pada Minggu lalu, film ini diputar perdana di tempat produksi, Desa Meulingge, Kemukiman Pulo Breuh Utara, Pulo Aceh, Aceh Besar. Warga Meulingge antusias menonton film berdurasi 20 menit.

Film ini bercerita tentang kondisi kekinian Meulingge, yang belum sepenuhnya menikmati makna kemerdekaan. Di desa paling ujung NKRI ini, kondisi pendidikan begitu mengkawatirkan. Tidak heran ketika mendapati murid kelas empat belum sepenuhnya menguasai baca-tulis.

Malah, ada yang bisa membaca, tapi tak bisa menulis. Kondisi Kesehatan pun sangat menggetirkan. Hanya ada sebuah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) bantuan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias. Itu pun kosong melompong, tanpa tenaga medis. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemerintah Aceh Liburkan Sekolah Mulai Besok

Mengantisipasi meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, meliburkan sekolah-sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Aceh, mulai besok, Senin (16/3/2020). Penegasan...

Biaya Haji Aceh 2020 Rp 31.454.602, Termurah se-Indonesia

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1441 H/2020 untuk Jamaah Calon Haji asal embarkasi Aceh sebesar Rp 31.454.602 per jamaah, sedangkan besaran Bipih 1441 H/2020...

Persiraja Jadi Klub Pertama di Liga 1 2020 yang Didenda Komdis PSSI

Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan keputusan dari hasil sidang yang dilakukan pada Senin (9/3/2020) lalu. Ada 3 hukuman yang diberikan buat klub dan individu...

More Articles Like This