Tuesday, May 26, 2020

Berburu Sajian Dapur di Pasar Tani

Must Read

Gajah Mengamuk karena Jalur Lintasan jadi Lahan

GEUMPANG | ACEHKITA.COM -- Lamanya konflik antara gajah dan manusia di Kecamatan Geumpang, Pidie, disebabkan ulah manusia. Pasalnya, jalur...

Tiba di Asrama Haji, Sekda Aceh Terbang Bersama Kloter 3

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Jemaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Aceh yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) ketiga (BTJ-03)...

Anyaman Rumbia

Nurlela, 46, menganyam daun rumbia untuk di jadikan atap rumah di Kampung Jalan Idi Rayeuk, Aceh Timur (8/5). Sebagian...

FOTO | Wisuda IAIN Ar-Raniry

Sanggar Seni Seulaweut memimpin Salawat Badar pada iringan jalan kaki wisudawan IAIN Ar-Raniry di Lapangan Tugu, Kamis (8/9). Ar-Raniry...

Bagi kaum ibu, menghabiskan pagi dengan berbelanja sayur-mayur menjadi hal biasa. Rutinitas itu bahkan seringkali tak bisa ditinggalkan, bahkan oleh perempuan seperti istri gubernur dan wakil gubernur sekalipun. Memang, sesibuk apa pun, kodrat dan kewajiban perempuan untuk tetap mengurus rumah tangga hingga ke urusan dapur.

Rabu (20/03) pagi adalah hari yang teduh. Langit mendung dan tak ada desir angin. Saat itu, Dyah Erti Idawati, istri Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, menyempatkan waktu untuk berbelanja di Pasar Tani yang digelar oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh di Lampineung. Lebih dari sejam Dyah berbelanja, memborong belanjaan: makanan olahan hingga sayuran.

Dyah datang pukul 09.00 WIB. Begitu tiba, ia singgah di Dapur Bu Dyah, sebuah stand yang menjual aneka makanan olahan basah. Ada ragam makanan yang di jual di saja. Ia membeli sebungkus dimsum. Pada beberapa stand lain yang disinggahi, Dyah membeli berbagai sajian yang di antaranya adalah olahan bandeng fresto serta bakso daging.

Usai dari stand yang menyajikan makanan, Dyah kemudian mengunjungi stand yang menjual sayuran. Ia membeli ragam sayur kebutuhan dapur seperti cabai, bayam, lemon dan berbagai sayuran lain. Cekatan ia memilih sendiri cabai dan meletakkan sendiri di atas timbangan.

Suwandi, salah seorang petani cabai yang dagangannya dibeli Dyah, menyebutkan bahwa cabai yang ia jual berjenis agrodike. Ia mengaku, hasil taninya bebas dari bahan kimia, atau tanaman organik.

“Kita sudah uji residu dan cabai jenis agrodike ini kimianya 0 persen” kata Suwandi. Ia menanam cabai tersebut di kawasan Limpok Aceh Besar. Selain cabai, Suwandi juga menjual terong.

Dyah, usai berbelanja menyebutkan berbelanja di Pasar Tani sama dengan berbelanja di pasar lain pada umumnya di Aceh. Di sana, para petani yang sebagiannya merupakan binaan Distambun Aceh bisa menjual langsung hasil taninya kepada pembeli dengan harga tinggi. Yang pasti, aneka sayuran yang dijual masih begitu segar.

Dyah sudah dua kali menyambangi Pasar Tani Distambun Aceh. Berbeda dengan pada kunjungan pertama, kali ini, kata dia, para pembeli dan penjual bertambah ramai.

“Pasar Tani ini menarik minat belanja cukup tinggi dari masyarakat. Selisih harga dengan yang di Pasar juga cukup tinggi,” ujar Dyah. Sebagai contoh, harga telur dijual di Pasar Tani seharga Rp.32 ribu per papannya. Sementara di pasaran, harga telur bisa mencapai Rp.38 hingga 40 ribu per papannya.

“Kita mengharapkan dinas pertanian bisa mensupport Pasar Tani ini secara lebih besar sehingga masyarakat bisa memperoleh kebutuhannya dengan lebih murah,” kata Dyah.

Pasar Tani yang berada tepat di sebelah Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh sejatinya merupakan deretan stand berjumlah 16 tenda. Pemerintah menggelar Pasar murah tersebut dua kali selama satu bulan yaitu pada pekan pertama dan ketiga pada tiap bulannya. Pemerintah berharap, dengan adanya Pasar Tani tersebut dapat meningkatkan nilai jual petani. Sementara bagi masyarakat bisa tercukupi kebutuhan rumah tangga dengan harga sedikit lebih murah.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

Update Corona 14 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tak Bertambah dalam Sepekan Terakhir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kasus positif terinfeksi virus Corona di Aceh tidak ada penambahan kasus baru dalam sepekan terakahir. Kasus positif Covid-19 terakhir...

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Aceh Bertambah Jadi 12 Orang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pasien positif Covid-19 asal Bener Meriah berinisial BD (24), dinyatakan telah sembuh. Santri dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan,...

KONI Aceh Serahkan Bonus untuk Atlet Peraih Medali Pra-PON, Porwil dan SEA Games

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Komite Olahraga Nasiona Indonesia (KONI) Aceh menyerahkan bonus uang tunai kepada para atlet dan pelatih peraih medali di ajang...

More Articles Like This