Wednesday, February 26, 2020

Berburu Sajian Dapur di Pasar Tani

Must Read

Potret Masyarakat Pesisir Juarai Lomba Foto Wisata

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Foto berjudul Potret Masyarakat Pesisir milik Ampelsa terpilih sebagai juara pertama Lomba Foto Wisata...

VIDEO — Sampah di Hutan Saree

SAREE | ACEHKITA.tv -- Video ini mengisahkan soal sampah yang berserakan di hutan Saree, Aceh Besar. Tampaknya, warga sekitar...

Cek Gu Minta Polisi Bebaskan Rekannya

ACEH BESAR | ACEHKITA.COM -- Ratusan guru se-Aceh Besar, Sabtu (12/12) pagi berunjukrasa di SD Lampeuneurut, menuntut pembebasan guru...

Kecelakaan Lalu Lintas, Istri Bupati Pidie Meninggal

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali, Indramayu, Jawa Barat mengakibatkan meninggalnya Syarifah (48 tahun),...

Bagi kaum ibu, menghabiskan pagi dengan berbelanja sayur-mayur menjadi hal biasa. Rutinitas itu bahkan seringkali tak bisa ditinggalkan, bahkan oleh perempuan seperti istri gubernur dan wakil gubernur sekalipun. Memang, sesibuk apa pun, kodrat dan kewajiban perempuan untuk tetap mengurus rumah tangga hingga ke urusan dapur.

Rabu (20/03) pagi adalah hari yang teduh. Langit mendung dan tak ada desir angin. Saat itu, Dyah Erti Idawati, istri Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, menyempatkan waktu untuk berbelanja di Pasar Tani yang digelar oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh di Lampineung. Lebih dari sejam Dyah berbelanja, memborong belanjaan: makanan olahan hingga sayuran.

Dyah datang pukul 09.00 WIB. Begitu tiba, ia singgah di Dapur Bu Dyah, sebuah stand yang menjual aneka makanan olahan basah. Ada ragam makanan yang di jual di saja. Ia membeli sebungkus dimsum. Pada beberapa stand lain yang disinggahi, Dyah membeli berbagai sajian yang di antaranya adalah olahan bandeng fresto serta bakso daging.

Usai dari stand yang menyajikan makanan, Dyah kemudian mengunjungi stand yang menjual sayuran. Ia membeli ragam sayur kebutuhan dapur seperti cabai, bayam, lemon dan berbagai sayuran lain. Cekatan ia memilih sendiri cabai dan meletakkan sendiri di atas timbangan.

Suwandi, salah seorang petani cabai yang dagangannya dibeli Dyah, menyebutkan bahwa cabai yang ia jual berjenis agrodike. Ia mengaku, hasil taninya bebas dari bahan kimia, atau tanaman organik.

“Kita sudah uji residu dan cabai jenis agrodike ini kimianya 0 persen” kata Suwandi. Ia menanam cabai tersebut di kawasan Limpok Aceh Besar. Selain cabai, Suwandi juga menjual terong.

Dyah, usai berbelanja menyebutkan berbelanja di Pasar Tani sama dengan berbelanja di pasar lain pada umumnya di Aceh. Di sana, para petani yang sebagiannya merupakan binaan Distambun Aceh bisa menjual langsung hasil taninya kepada pembeli dengan harga tinggi. Yang pasti, aneka sayuran yang dijual masih begitu segar.

Dyah sudah dua kali menyambangi Pasar Tani Distambun Aceh. Berbeda dengan pada kunjungan pertama, kali ini, kata dia, para pembeli dan penjual bertambah ramai.

“Pasar Tani ini menarik minat belanja cukup tinggi dari masyarakat. Selisih harga dengan yang di Pasar juga cukup tinggi,” ujar Dyah. Sebagai contoh, harga telur dijual di Pasar Tani seharga Rp.32 ribu per papannya. Sementara di pasaran, harga telur bisa mencapai Rp.38 hingga 40 ribu per papannya.

“Kita mengharapkan dinas pertanian bisa mensupport Pasar Tani ini secara lebih besar sehingga masyarakat bisa memperoleh kebutuhannya dengan lebih murah,” kata Dyah.

Pasar Tani yang berada tepat di sebelah Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh sejatinya merupakan deretan stand berjumlah 16 tenda. Pemerintah menggelar Pasar murah tersebut dua kali selama satu bulan yaitu pada pekan pertama dan ketiga pada tiap bulannya. Pemerintah berharap, dengan adanya Pasar Tani tersebut dapat meningkatkan nilai jual petani. Sementara bagi masyarakat bisa tercukupi kebutuhan rumah tangga dengan harga sedikit lebih murah.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This