Friday, February 21, 2020

Belajar Seudati di Arena Car Free Day

Must Read

Lafarge Berkomitmen Investasi Jangka Panjang di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Memasuki tahun ke-20 operasi bisnisnya, PT Lafarge Cement Indonesia menggarisbawahi komitmen jangka panjangnya. Hal...

IAIN Tanami 2.000 Pohon

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry Banda Aceh menanam 2.000 pohon di lingkungan kampus...

Anggota Polisi Dicambuk di Sabang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Seorang personel Kepolisian Resort Kota Sabang, Brigadir Irwanuddin, akhirnya dicambuk di depan publik usai...

Orangutan Terancam Punah, Fora Gelar Aksi Teatrikal

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM-- Dua aktivis Forum Orangutan Aceh (FORA) menggelar aksi teatrikal untuk mengkampanyekan upaya pelestarian orangtuan Aceh...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Ada pertunjukan baru di arena car free day di Jalan Teungku Daud Beureu-eh Banda Aceh, Minggu (4/11). Pagi tadi, Komunitas Cinta Seudati menggelar latihan seudati massal yang diikuti puluhan orang.

Radzie/ACEHKITA.COM
Latihan seudati massal digelar tepat di jalan depan gedung bekas Asrama Akper Cut Nyak Dhien, Kampung Laksana. Dipandu Syeh Jamal Syarif, puluhan peserta mementaskan seudati: meliuk-liuk sesekali sambil menepuk kedua telapak tangan di bagian perut.

Tak hanya diikuti orang dewasa, sejumlah anak-anak usia sekolah dasar juga terlihat mengikuti latihan seudati ini. Mereka berlatih di antara sepeda yang berseliweran di arena car free day.

Jamal Syarif menyebutkan, latihan seudati massal ini digelar untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap tradisi warisan nenek moyang Aceh.

Apalagi, kata Jamal, selama ini gempuran budaya dari luar, seperti Gangnam Style, begitu gencar melalui pelbagai media, yang begitu mudah diserap oleh anak muda.

“Ini bentuk kepedulian kita kepada seudati. Dengan kita perkenalkan melalui latihan seperti ini, para generasi muda sudah mengetahui seudati, syairnya, gerakannya,” kata Jamal Syarif usai sesi latihan.

Jamal menandaskan, latihan seudati massal ini akan terus dilakukan saban pagi Minggu di arena Hari Bebas Kendaraan. Dia berharap, gerakan kebudayaan yang dilakukan ini akan mampu melestarikan budaya dan tradisi lokal Aceh dari gempuran budaya asing. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta,...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

More Articles Like This