Wednesday, December 8, 2021
spot_img

Belajar pada Nasip Aman Iwan

NAMANYA tak terkenal. Mesin pencari Google pun kesulitan menemukan entry nama Nasip Aman Iwan. Hanya beberapa entry saja yang merujuk ke tukang parkir ini. Itu pun merujuk beberapa situs yang memberitakan soal Nasip Aman Iwan mendaftar sebagai calon bupati Bener Meriah.

Jangankan Google, orang se-Kabupaten Bener Meriah saja banyak yang tidak mengenal Nasip. Ia hanya cukup dikenal di kawasan Pondok Baru.

Nasip tahu betul posisi dirinya. Dia bukan orang terkenal, bukan pula orang berada. Tapi dia ingin berbuat sesuatu bagi tanah kelahirannya: Bener Meriah.

Pesta pemilihan kepala daerah akan segera digelar di kabupaten penghasil kopi Arabica Gayo itu. Sepertinya Nasip ingin terlibat dalam hiruk pikuk pesta demokrasi lima tahunan.

Sebuah spanduk yang bergambar dirinya berlatar bendera merah putih dipasang di Simpang Tiga Redelog. Isinya; “Nasip Aman Iwan, Bakal Calon Bupati Bener Meriah 2017-2022”. Di bawahnya ada tulisan visi misi yaitu “Mewujudkan Ketertiban Parkir Roda Dua di Seputaran BRI Pondok Baru Aja”.

Nasip Aman Iwan bukan politikus, sehingga ia tidak berani mengumbar janji. Ia sadar diri, kemampuannya hanya menguasai bidang perparkiran roda dua, itu pun dengan wilayah yang sangat terbatas. Visi dan misinya ini terbilang realistis, tidak muluk-muluk.

Tidak seperti kebanyakan politikus yang suka menebar angin surga, lhap milisan bak rhueng, atau pun visi misi cet langet (bahasa kerennya painting the sky), Nasip justru hadir dengan visi dan misi yang super-realistis.

Saya yakin Nasip tak sedang serius ingin menapaki karier sebagai politikus. Saya yakin, Nasip ingin mengajarkan para politikus di negeri ini agar tidak terlalu berjanji muluk-muluk, realistis saja kepada konstituen. Berjanjilah yang mampu ditepati.

Ia ingin mengingatkan bahwa “janji adalah hutang” yang nanti akan ditagih. Bukankah hutang kepada manusia hanya akan terhapus dengan cara melunasinya kepada manusia? Tuhan akan terus mencatat hutang yang tidak kita lunasi, termasuk janji kepada konstituen.

Nasip ingin mengajak politikus kita jujur, jujur pada diri sendiri dan rakyat. Buat apa bermuluk-muluk jika kita tidak mampu. Buat apa janji setinggi langit jika kita tidak mampu merealisasikannya.

Pesta pemilihan bukanlah pesta para penebar janji yang tidak pasti. Belajarlah pada Nasip Aman Iwan! []

@efmg

Kredit Foto: Sri Wahyuni Bener Meriah/FB

Fakhrurradzie Gadehttp://www.efmg.blogspot.com
Reporter acehkita.com. Menekuni isu politik, teknologi, dan sosial. Bisa dihubungi melalui akun @efmg

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,058FollowersFollow
22,600SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU