Friday, April 10, 2020

Barongsai Dilarang di Aceh

Must Read

Kasus HIV di Aceh Meningkat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan, penularan virus HIV/AIDS di Indonesia memasuki tahap serius. Di...

Gempa Lombok: 387 Meninggal Dunia, Masa Tanggap Darurat Diperpanjang

LOMBOK | ACEHKITA.COM -- Memasuki hari keenam pascagempabumi 7 SR yang mengguncang wilayah Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB)...

Potret Warga Myanmar dan Bangladesh di Kuala Langsa

Belum usai jeda mata menatap nanar manusia perahu yang terdampar di kawasan Aceh Utara, Aceh kedatangan 677 imigran Rohingya...

Reudeup FC Montasik Juara III HUT Gemskod

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Kesebelasan Reudeup FC Montasik memastikan diri sebagai tim juara tiga turnamen sepakbola HUT Gemskod...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Komunitas warga negara Indonesia keturunan Tionghoa di Banda Aceh mengaku kecewa dengan keputusan Kanwil Departemen Agama (Depag) Aceh yang melarang atraksi barongsai.

pontianak.go.id
pontianak.go.id
Atraksi ‘naga’ itu rencananya akan digelar bersamaan dengan doa bersama peringatan 5 tahun tsunami oleh etnis Tionghoa mulai dari kuburan massal Lambaro, keliling jalan utama dalam kota Banda Aceh hingga puncaknya di Pantai Ulee Lheue, Minggu (20/12) besok.

“Kami sebenarnya kecewa dengan pelarangan ini, karena barongsai bukan bagian agama melainkan hanya atraksi budaya,” kata Yuswar, seorang warga turunan yang juga panitia pelaksana kegiatan peringatan lima tahun tsunami dari komunitas Tionghoa, kepada acehkita.com, Sabtu (19/12).

“Malah, (barongsai) sekarang sudah jadi bagian budaya di Indonesia. Lihat saja, banyak daerah leluasa menampilkan barongsai, seperti di Jakarta, Bandung, Medan dan daerah lainnya. Tapi di Aceh malah nggak bisa.”

Pihak panitia , kata dia, sudah tiga kali meminta izin pagelaran barongsai ke Depag Aceh, melalui surat dan tatap muka langsung dengan pejabat kantor tersebut. “Terakhir awal bulan kemarin,” ujarnya.

Tapi pejabat Depag tetap tak mengizinkan atraksi itu digelar. “Alasannya karena kondisi Aceh belum memungkinkan (untuk menggelar barongsai). Tapi, kami ngak tahu kondisi yang dimaksud itu apa,” sebut Yuswar.

Akibat dilarang, tim barongsai yang sebelumnya sudah disewakan dari Medan, terpaksa dibatalkan. Rencananya, atraksi barongsai ini akan ditampilkan dengan berkeliling kota Banda Aceh dan finish di pantai Ulee Lheue.

Menurut keyakinan warga Tionghoa, atraksi barongsai bisa menenangkan arwah penasaran saudara mereka yang menjadi korban tsunami, 26 Desember 2004 silam. Dalam bencana itu, ribuan warga Cina diperkirakan juga tewas bersama dengan ratusan korba lain.

Meski tanpa barongsai, kata Yuswar, peringatan 5 tahun tsunami tetap mereka laksanakan, besok pagi. Acara yang dipusatkan di Ulee Lheue itu akan diisi dengan doa bersama penganut Budha, tabur bunga dan pelepasan lentera ke laut. Doa akan dipimpin 11 biksu. Diperkirakan, acara ritual itu akan diikuti ratusan warga turunan.

Warga Thionghoa adalah etnis minoritas di Aceh, yang kebanyakan beraktivitas sebagai pedagang, dan bebas hidup berbaur dengan warga pribumi. Menurut Yuswar, jumlah mereka mencapai ribuan orang. “Di Banda Aceh saja ada 3.500 orang,” katanya. []

58 COMMENTS

  1. @ all : seperti kejadian MEI 1998 di jakarta dan sekitarnya..
    di aceh juga, seperti itu ..
    kalau pikir itu pakai otak jangan pakai dengkul ..
    oo y..
    sejak kapan kami menjadi-jadi??
    emang kami buat apa pada kalian?
    bukannya sebaliknya ya??

    kalau perlu Studi di luar negeri biar pande

  2. @ all : coba kalau kita pindah posisi?
    apakah kalian mau diperlakukan kayak gitu?
    apakah kalian ingat ,????
    kami sudah cukup sabar
    jadi jangan memanas – manaskan ..

  3. @nana cicio: apakah anda tidak pernah melihat berita?
    emang warga keturunan tionghoa baik suku Hakka, Hokkien, Konghu, Hainam, dan suku” keturunan lainnya ikut kena Tsunami ..
    MENGAPA ANDA INI SANGATLAH FANATIK ??

    karena barongsai dapat nyenengin hati arwah yang gentayangan dan memberi suatu hiburan bagi arwah itu sehingga arwahnya lebih tenang di alam sana

    APAKAH ANDA TIDAK PERNAH SEKOLAH YAA?
    itu saja tidak tahu..
    kan bisa pikir pakai logika..
    itu saja kok susah kali mikirnya ..

  4. @Arie Adlis : setuju..
    walaupun demikian , warga aceh mana berani pindah agama karena kalo pindah agama maka kita akan diamuk massa..
    karena itulah, masyarakat aceh tidak ada yang berani pindah agama..
    karena kebebasan beragama di aceh sangatlah kurang ..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Banyak Warga Aceh Belum Peroleh Pengetahuan Terkait COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebagian besar warga di Aceh sampai saat ini disebut belum memperoleh pengetahuan mengenai virus...

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

More Articles Like This