Banjir Pidie: 19 Rumah Rusak dan 10.048 Orang Terdampak

Rumah rusak di Kecamatan Mila, Pidie. Foto: BPBD Pidie

PIDIE | ACEHKITA.COM – Banjir luapan di Kabupaten Pidie, Aceh, merusak 19 rumah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 10.048 orang menjadi korban. Namun, tak ada yang meninggal akibat musibah ini.

Banjir terjadi sejak Senin kemarin hingga Selasa (19/1/2021) karena tiga sungai besar di Pidie, Krueng Lala, Krueng Baro, Krueng Buloh, meluap. Air mengempoh ke permukiman warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Dewan Ansari menuturkan,  rumah yang rusak itu 14 di antaranya di Kecamatan Mila dan 5 unit di Kecamatan Pidie. “Rumah rusak akibat terseret arus banjir,” katanya kepada acehkita.com, Selasa (19/1/2021).

Selain rumah, di Kecamatan Pidie, banjir turut merusak tanggul sungai 50 meter, jalan lintas desa, dan jalan lintas kecamatan. Bukan hanya Mila dan Pidie, banjir juga merendam ribuan rumah di Kecamatan Delima, Indra Jaya, Padang Tiji, Geulumpang Baro, dan Grong-grong. “Totalnya tujuh kecamatan,” ujar Dewan.

Sebagian besar korban banjir, termasuk yang rumahnya rusak, mengungsi ke rumah saudara di tempat aman. Selain itu, ada juga yang memilih bertahan di rumahnya karena air berangsur surut. 

“Sehingga kami tak mendirikan tenda pengungsian. Kami hanya membangun dapur umum di Tibang, Kecamatan Pidie. Kebutuhan mendesak adalah logistik kepada korban banjir dan pembersihan daerah aliran sungai yang tersumbat,” tuturnya.

Selasa pagi, Dinas Sosial Aceh memasok bantuan masa panik kepada korban. Derma itu diterima secara simbolis oleh Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud di Kantor Bupati Pidie. “Bantuan ini akan kami serahkan segera dan hari ini harus sampai ke sasaran,” ujarnya seusai menerima bantuan itu.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.