Thursday, August 11, 2022
spot_img

Bandar Publishing Terbitkan Buku Taufik Al Mubarak ‘Doa Orang Gila’

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Bandar Publishing kembali menerbitkan buku yang ditulis Taufik Al Mubarak yang kali ini dengan judul ‘Doa Orang Gila & Hal-hal Tak Terduga di Aceh’. Sebelumnya pada 2009 lalu, jurnalis cum blogger Aceh telah menerbitkan buku ‘Aceh Pungo’.

Manajer Bandar Publishing, Nurmasyitah, mengatakan buku ‘Doa Orang Gila & Hal-hal Tak Terduga di Aceh’ telah dicetak sebanyak 500 eksemplar dan resmi beredar ke publik mulai hari ini, Selasa (9/2). Buku yang diberi pengantar oleh cendekiawan Muslim, Fachry Ali, tersebut juga akan segera tersedia di toko buku Gramedia karena Bandar Publishing sejak 2020 telah menjadi pemasok buku resmi jaringan Gramedia.

Ia menyebut, kehadiran buku baru tersebut dapat menambah khazanah bacaan bagi masyarakat Aceh khususnya, dan publik Indonesia secara luas. Apalagi menurutnya cukup banyak hal-hal penting dan menarik yang dikemas dalam buku yang berisi kisah dan cerita tentang dinamika perjalanan Aceh saat dibalut konflik berkepanjangan.

“Penulis dengan kejeliannya mengangkat beberapa kejadian miris menjadi bacaan yang enak dibaca. Belum lagi, ketika kisah-kisah tersebut dikemas dengan judul yang sedikit ‘gila’,” ujar Nurmasyitah dalam keterangannya pada Selasa (9/2).

Lewat kisah-kisah yang dipaparkannya, tambah Masyitah, sang penulis seakan sedang mengajak kita semua untuk menangis dan tertawa secara seimbang. “Penulis mengajak kita merenung, apa yang salah dengan Aceh ini?”

Menurutnya, ada banyak kisah menarik yang dipaparkan di dalam buku setebal 160 halaman tersebut. Di antaranya tentang kisah masa perang dan dampaknya bagi masyarakat kecil. Buku karya Taufik Al Mubarak itu dibagi ke dalam tiga bagian yang masing-masingnya berisikan 11 tulisan.

Sementara itu, Taufik Al Mubarak selaku penulis buku ‘Doa Orang Gila dan Hal-hal Tak Terduga di Aceh’ menyampaikan buku itu sudah dipersiapkan sejak awal Desember 2020 lalu. Lewat buku tersebut dirinya memaparkan sejumlah kisah sedih dan lucu yang terjadi ketika Aceh berkubang dalam balutan konflik. Kisah-kisah itu, diingat dan diceritakan dengan nuansa berbeda-beda.

“Kisah sedih, misalnya, sekali pun diceritakan dengan riang-gembira, tetap saja menyisakan luka. Sementara kisah lucu, menjadi tidak lucu ketika kisah itu terjadi atau saat diceritakan. Dan, oleh orang Aceh, kedua ‘jenis kisah’ itu sama-sama dinikmati dengan kadar yang seimbang,” sebutnya.

Fachry Ali dalam pengantar di buku ‘Doa Orang Gila dan Hal-hal Tak Terduga di Aceh’ menyebutkan, buku Taufik Al Mubarak ini akan menjadi kajian etnografi baru sekiranya dibahani dengan hasil observasi yang lebih mendalam. “Tetapi dengan cerita-cerita unik yang ditampilkan di sini sudah cukup memadai sebagai sebuah rekaman perubahan sikap masyarakat Aceh pasca-Gerakan Aceh Merdeka (GAM),” tulisnya.

Sebagian kisah yang ditulis Taufik Al Mubarak, lanjutnya, hanya lahir dalam sistem ingatan kolektif di bawah pengaruh GAM ini. “Seperti terlihat dalam tulisan ‘Sisa Batuk Masa Konflik’ di dalam buku ini, menjadi cerita pahit kepada masyarakat. Akan tetapi, cerita yang sama juga berfungsi sebagai alat menertawakan diri sendiri,” demikian Fachry Ali.[]

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,584FollowersFollow
23,500SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU