UPDATE — Balai Pengajian Diamuk Massa, 3 Tewas dan 9 Luka

0
992

BIREUEN | ACEHKITA.COM — Tiga warga meninggal dan 10 lainnya mengalami luka-luka dalam insiden bentrokan antarwarga di Desa Jambo Dalam, Kecamatan Plimbang, Bireuen, Jumat (16/11) tengah malam. Bentrokan dipicu saat warga hendak menjemput seorang pimpinan balai pengajian yang oleh warga dituding menyebarkan aliran sesat.

Kepala Kepolisian Resort Bireuen Ajun Komisaris Besar Polisi Yuri Karsono menyebutkan, insiden itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB, saat sekitar 1.500 orang mendatangi balai pengajian milik Teungku Aiyub Syakubat.

Menurut Kapolres, mereka ingin mempertanyakan tindakan Teungku Aiyub, yang mereka tuding menyebarkan aliran sesat. Massa juga memintan balai pengajian tersebut ditutup.

Sekitar 20-an, sebut Kapolres, berusaha menghalau tindakan massa tersebut. Sehingga terjadi bentrokan tersebut. “Dugaan awal memang upaya yang dilakukan Tengku Aiyub untuk menghalau massa itu menjadi pemicu sehingga menimbulkan korban jiwa,” kata Yuri kepada wartawan yang menghubunginya via telepon selular, Sabtu (17/11).

Seorang warga yang berada di lokasi kejadian menuturkan, bentrokan dipicu oleh kemarahan warga yang tidak terima di desanya ada penyebaran aliran sesat yang dilakukan Teungku Aiyub.

Begitu tiba di balai pengajian, kata sumber tadi, kondisi balai pengajian gelap karena lampunya dipadamkan.

“Warga mendobrak pintu dan menyerbu ke dalam, tapi dari dalam rumah sudah menunggu sejumlah orang yang menyambutnya dengan sabetan parang, sehingga massa lari kocar-kacir menyelamatkan diri,” sebut seorang warga yang tak mau namanya dituliskan kepada acehkita.com, Sabtu (17/11).

Warga yang diserang, sebut sumber tadi, ternyata tidak terima. Lalu terjadilah pengumpulan massa yang lebih besar yang diperkirakan mencapai seribuan orang dan melakukan penyerangan kembali ke rumah Teungku Aiyub.

Teungku Aiyub bersama dua orang muridnya dan warga meninggal dalam bentrokan tersebut. Bahkan, sumber dari kalangan warga menyebut Teungku Aiyub sempat dibakar.

Empat orang yang mengalami luka-luka saat ini masih dirawat di RSU dr Fauziah Bireuen, dan lima lainnya di Puskesmas Plimbang.

Kapolres menyebutkan, polisi telah mengamankan lokasi bentrokan dan menempatkan sekitar 160 personelnya di sana.

“Kita sudah berupaya menenangkan warga serta berkoordinasi dengan tokoh masyarakat untuk mencari solusi dari permasalahan ini,” ujarnya.

Meski begitu, belum ada seorang pun yang ditahan polisi. “Masih pengembangan. Kita belum menahan atau memeriksa pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan,” kata dia.

Ini merupakan kali kedua bentrokan terjadi di balai pengajian Teungku Aiyub. Pada 2010 lalu, bentrokan juga terjadi akibat warga menuding Aiyub menyebarkan ajaran sesat. []

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.