Wednesday, February 19, 2020

Atouna El Toufoule, Nyanyian Anak Korban Konflik

Must Read

2012, RSU di Aceh Bertipe B

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM. Dinas Kesehatan Aceh menargetkan semua Rumah Sakit Umum (RSU) di Aceh sudah bertipe B pada...

Pasangan Irwandi-Muhyan Mendaftar ke KIP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Pasangan Irwandi Yusuf dan Muhyan Yunan resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur dan...

Ratusan Murid SD Doa Tolak Gempa

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Pascagempa berkekuatan 8,5 pada skala Richter yang terjadi kemarin sore, ratusan murid Sekolah Dasar...

Logistik Pilkada 2017 Sudah Didistribusikan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Komisioner Divisi Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Basri M. Sabi memaparkan perkembangan distribusi logistik...

Ardhi zgheere, metli zgheere
A’touna es-salam 
Waatouna et-tufoole  
A’touna et-tufoole
A’touna, a’touna, a’touna es-salam

Tanahku kecil, kecil seperti aku
Berikan kedamaian
Dan berikan kami masa kecil
Berikan kami masa kecil
Berikan, berikan, berikan kami kedamaian

Lagu Atouna El Toufoule atau dalam bahasa Indonesia berarti berikan kami masa kecil, kembali populer di Indonesia setelah dinyanyikan oleh kelompok gambus yang tengah naik daun di Indonesia: Sabyan Gambus.

Cover lagu ini sempat mentereng di trending situs berbagi video Youtube dan sudah ditonton sebanyak 13 juta lebih penonton.

Sabyan Gambus, sebuah grup yang beranggotakan lima anak muda, yaitu Khoirunnisa (vokalis), Ayus (keyboard), Wawan (gendang), Tebe (biola), dan Anisa Rahman (vokalis dua).

Muncul pertama kali di Youtube dengan lagu ‘Ya Habbibal Qalbi’ hingga ‘Ya Maulana’, video dari grup ini menjadi viral dan ditonton oleh jutaan pasang mata.

Lagu Atouna El Toufoule sendiri menceritakan bagaimana konflik dan perang merebut masa kecil anak-anak.

Pertama kali dinyanyikan oleh Remi Bandali seorang penyanyi cilik dari Lebanon. Syair yang menggambarkan bagaimana kisah masa kecil anak yang direbut oleh perang.

Liriknya dinyanyikan dalam tiga bahasa, yaitu Arab, Prancis –bahasa Prancis sangat kuat di Lebanon dan merupakan bahasa resmi kedua setelah Bahasa Arab–, dan bahasa Inggris.

Setelah dirilis pada tahun 1985 segera saja Rami menjadi ikon anak yang masa kecilnya hilang karena perang. Lebanon dan beberapa negara di dekatnya kala itu tengah berperang melawan Amerika dan Israel yang dikenal dengan perang 1982.

Rami sempat menyanyikan single ini di istana negara kala itu dengan anak-anak lainnya.

Kemudian berpuluh tahun setelahnya, pada tahun 2016 ada Ghina yang mempopulerkan kembali lagu ini dalam sebuah ajang pencarian bakat MBC The Voice Kids.

Tangisan anak Suriah berumur sembilan tahun ini saat menyanyi, sontak membuat juri dan penonton berderai air mata. Video yang diposting oleh channel Youtube resmi MBC The Voice Kids tahun 2016 itu sudah ditonton oleh 127 juta lebih penonton.

Beberapa tahun setelah itu, barulah Sabyan menambah populer lagu yang satu ini. Mereka resmi mengunggah di channel Youtube Sabyan tepat pada 1 Agustus 2018.

Lagu ini didedikasikan untuk anak-anak di seluruh belahan dunia yang tidak bisa merasakan kebebasan di negaranya. Terutama anak-anak di Palestina, Suriah, dan daerah timur tengah lainnya.

Sabyan menata ulang singel ini dengan menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Melodi milik mereka juga mengundang banyak haru dari penonton yang meninggalkan komentar di Youtube Sabyan Channel.

A’touna el-tufoule
Give us a chance
A’touna, a’touna, a’touna es-salam
Jeena n’ayedkom
Bel-eid minsaalkum
Lesh ma fee ‘enna la ‘ayyad wula zeineh

Berikan kami masa kecil
Berikan kami kesempatan
Berikan, berikan, berikan kami kedamaian
Kami datang untuk mengucapkan
Dan merayakan hari raya
Mengapa di tempat kami tidak ada hari raya dan hiasan lainnya. []

CATATAN REDAKSI: lirik dalam bahasa Indonesia merupakan hasil terjemahan oleh penulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

Puluhan Anak Muda Aceh Suarakan Pemenuhan HKSR

Puluhan anak muda Aceh yang mewakili lintas komunitas dan Forum Perempuan Muda menyuarakan pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) untuk kelompok muda Aceh....

Jelang Kenduri Kebangsaan, Yayasan Sukma Gelar Seminar Keacehan di Unsyiah

Yayasan Sukma Bangsa bersama Forbes Anggota DPR dan DPD RI asal Aceh dan Universitas Syiah Kuala menggelar seminar Keacehan bertema ‘Kearifan Masa Lalu Kejayaan...

More Articles Like This