Thursday, April 2, 2020

Atouna El Toufoule, Nyanyian Anak Korban Konflik

Must Read

Kisah Balita Korban Gempa Gayo

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Tubuh mungil itu terkulai lemas. Mata terpejam, nafasnya pelan. Kaki kanannya dipasang infus, sementara...

Partai Patriot Runner Up

BANDA ACEH, acehkita.com. Hingga pukul 12.00 WIB tadi, baru tiga kabupaten yang mengirimkan hasil rekapitulasi perolehan suara sementara ke...

Puteh Lunasi Denda 500 Juta ke KPK

JAKARTA | ACEHKITA.COM -- Bekas Gubernur Aceh Abdullah Puteh, yang dihukum penjara karena kasus korupsi pengadaan helikopter, akhirnya melunasi...

Jamsostek Salurkan Beasiswa untuk Pelajar

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Memperingati Hari Pendidikan Nasional, perusahaan asuransi Jamsostek menyalurkan beasiswa bagi pelajar di tingkat sekolah...

Ardhi zgheere, metli zgheere
A’touna es-salam 
Waatouna et-tufoole  
A’touna et-tufoole
A’touna, a’touna, a’touna es-salam

Tanahku kecil, kecil seperti aku
Berikan kedamaian
Dan berikan kami masa kecil
Berikan kami masa kecil
Berikan, berikan, berikan kami kedamaian

Lagu Atouna El Toufoule atau dalam bahasa Indonesia berarti berikan kami masa kecil, kembali populer di Indonesia setelah dinyanyikan oleh kelompok gambus yang tengah naik daun di Indonesia: Sabyan Gambus.

Cover lagu ini sempat mentereng di trending situs berbagi video Youtube dan sudah ditonton sebanyak 13 juta lebih penonton.

Sabyan Gambus, sebuah grup yang beranggotakan lima anak muda, yaitu Khoirunnisa (vokalis), Ayus (keyboard), Wawan (gendang), Tebe (biola), dan Anisa Rahman (vokalis dua).

Muncul pertama kali di Youtube dengan lagu ‘Ya Habbibal Qalbi’ hingga ‘Ya Maulana’, video dari grup ini menjadi viral dan ditonton oleh jutaan pasang mata.

Lagu Atouna El Toufoule sendiri menceritakan bagaimana konflik dan perang merebut masa kecil anak-anak.

Pertama kali dinyanyikan oleh Remi Bandali seorang penyanyi cilik dari Lebanon. Syair yang menggambarkan bagaimana kisah masa kecil anak yang direbut oleh perang.

Liriknya dinyanyikan dalam tiga bahasa, yaitu Arab, Prancis –bahasa Prancis sangat kuat di Lebanon dan merupakan bahasa resmi kedua setelah Bahasa Arab–, dan bahasa Inggris.

Setelah dirilis pada tahun 1985 segera saja Rami menjadi ikon anak yang masa kecilnya hilang karena perang. Lebanon dan beberapa negara di dekatnya kala itu tengah berperang melawan Amerika dan Israel yang dikenal dengan perang 1982.

Rami sempat menyanyikan single ini di istana negara kala itu dengan anak-anak lainnya.

Kemudian berpuluh tahun setelahnya, pada tahun 2016 ada Ghina yang mempopulerkan kembali lagu ini dalam sebuah ajang pencarian bakat MBC The Voice Kids.

Tangisan anak Suriah berumur sembilan tahun ini saat menyanyi, sontak membuat juri dan penonton berderai air mata. Video yang diposting oleh channel Youtube resmi MBC The Voice Kids tahun 2016 itu sudah ditonton oleh 127 juta lebih penonton.

Beberapa tahun setelah itu, barulah Sabyan menambah populer lagu yang satu ini. Mereka resmi mengunggah di channel Youtube Sabyan tepat pada 1 Agustus 2018.

Lagu ini didedikasikan untuk anak-anak di seluruh belahan dunia yang tidak bisa merasakan kebebasan di negaranya. Terutama anak-anak di Palestina, Suriah, dan daerah timur tengah lainnya.

Sabyan menata ulang singel ini dengan menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Melodi milik mereka juga mengundang banyak haru dari penonton yang meninggalkan komentar di Youtube Sabyan Channel.

A’touna el-tufoule
Give us a chance
A’touna, a’touna, a’touna es-salam
Jeena n’ayedkom
Bel-eid minsaalkum
Lesh ma fee ‘enna la ‘ayyad wula zeineh

Berikan kami masa kecil
Berikan kami kesempatan
Berikan, berikan, berikan kami kedamaian
Kami datang untuk mengucapkan
Dan merayakan hari raya
Mengapa di tempat kami tidak ada hari raya dan hiasan lainnya. []

CATATAN REDAKSI: lirik dalam bahasa Indonesia merupakan hasil terjemahan oleh penulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This