Friday, April 3, 2020

ASPPI Yakin Larangan Ngangkang tak Pengaruhi Pariwisata

Must Read

Peserta UMB

Fikri, peserta Ujian Masuk Bersama Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (UMB-SPMB), mengerjakan soal tes kemampuan dasar di Universitas Syiah Kuala,...

Kotak Suara Sisa

Petugas memindahkan surat suara yang telah direkap dan yang tidak terpakai saat pemilihan umum legislatif dari kantor KIP Kota...

Pengusaha Perikanan Bandel Akan Ditindak

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Direktorat Kepolisian Perairan Polda Aceh memperingatkan pelaku usaha perikanan, agar melengkapi dokumen. Hal ini...

Malam Ini, “Garamku Tak Asin Lagi” Diputar

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Jangan lewatkan film dokumenter "Garamku Tak Asin Lagi" karya dua putra Aceh -Jamaluddin Phonna dan...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH |ACEHKITA.COM – Larangan duduk mengangkang yang diterapkan Pemerintah Kota Lhokseumawe terhadap perempuan yang duduk di atas sepeda motor tidak akan berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan asing ke Aceh.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris DPD Asosiasi Profesional Pariwisata Indonesia (ASPPI) Aceh, Umar Machtub Essa, saat ditemui di Banda Aceh, Rabu (9/1/2013) sore.

“Tidak akan berpengaruh terhadap turis yang berkunjung ke Aceh karena mereka yang datang kebanyakan tidak menggunakan kereta,” kata Umar.

Syariat Islam yang diterapkan di Aceh, kata Umar, menjadi daya tarik tersendiri bagi turis asing untuk mengunjungi daerah yang berjulukan Serambi Mekah ini. Sehingga larangan duduk ngangkang bagi perempuan tidak akan mempengaruhi jumlah wisatawan yang berkunjung ke Aceh.

“Mereka (turis) yang datang ke Aceh pasti menanyakan kapan ada lagi hukuman cambuk karena mereka ingin tau bagaimana hukuman cambuk itu.” ungkap Umar. “Syariat Islam bukan sebuah ketakutan bagi turis.”

Untuk menggenjot turis yang datang ke Aceh, kata Umar, salah satu caranya adalah dengan promosi dan keterbukaan masyarakat Aceh terhadap dunia pariwisata. Dalam tahun ini, jumlah wisatawan yang datang ke Aceh mengalami peningkatan pada akhir tahun.

Selain itu, ungkap Umar, pihaknya juga menjelaskan kepada turis asing bahwa hukum syariat Islam yang diterapkan di Aceh berlakunya hanya bagi warga Aceh.

“Kita jelaskan itu supaya mereka tidak takut untuk datang ke Aceh,” ujarnya.[]

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This