Friday, April 19, 2024
spot_img

Apel Terakhir Sekda Dermawan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Memasuki masa pensiun pada 1 Februari mendatang, Sekretaris Daerah Aceh Drs Dermawan memimpin apel terakhir, Senin 27 Januari 2019 di halaman Kantor Gubernur Aceh. Apel diikuti para pegawai di lingkungan Setda Aceh.

Dermawan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pegawai di jajaran pemerintah Aceh yang telah mendukung dan membantu kinerjanya selama dipercaya menjabat sebagai Sekda Aceh. “Saya berterima kasih kepada seluruh pegawai. Setiap keberhasilan yang diraih pemerintah Aceh tidak luput dari kerja sama kita semua dan semua pihak lainnya,” sebutnya.

Dia mengaku banyak kekurangan selaku manusia. Ada kalanya terkesan “keras” dalam meimpinan birokrasi agar target kinerja aparatur dalam melayani masyarakat. Dermawan meminta maaf kepada seluruh kepala SKPA maupun pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah Aceh, atas segala kekurangannya selama lima tahun lebih menjadi Sekda Aceh.

Dalam apel tersebut, mantan Sekda Kabupaten Nagan Raya itu berkisah tentang jejak karirnya sebagai pegawai negeri. Dermawan kecil tak berminat menjadi pegawai. Alasannya, ia tak ingin digaji orang. Ia ingin menjadi pengusaha agar bisa menggaji orang. Namun orangtuanya terus-menerus mendorongnya untuk menjadi PNS.

Dermawan muda patuh kepada orangtua merupakan keniscayaan. Karena itu Dermawan melanjutkan pendidikan ikatan dinas pada Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN). Berkat doa orangtuanya, ia selalu memperoleh prestasi selama masa pendidikannya di APDN itu. “Yang ingin saya sampaikan saya bisa jadi Sekda karena doa orang tua,” kata Dermawan.

Sekda Aceh itu meniti karir dari bawah, menduduki berbagai posisi. Mulai dari pegawai kontrak, Kassubbag, Sekda Kabupaten Nagan Raya, Asisten Pemerintah Aceh sampai bertransformasi menjadi Sekda di Provinsi Aceh.

Dalam amanatnya, Dermawan mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara yang berhadir dalam apel tersebut, bahwa jabatan bukanlah hak dari setiap orang. Jabatan, kata Dermawan merupakan kepercayaan dari pimpinan. Karena itu ia mengimbau seluruh pegawai untuk tidak menganggap jabatan sebagai harta pusaka.

“Saya berharap kepada kita semua agar tetap melanjutkan hubungan silaturrahmi secara kekeluargaan,” pesannya.

Dermawan menduduki jabatan Sekda Aceh setelah dilantik Gubernur Aceh Zaini Abdullah (2012 – 2017) pada 9 Oktober 2013 menggantikan Teuku Setia Budi. []

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,903FollowersFollow
24,400SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU