Tuesday, March 31, 2020

Amnesty Minta Indonesia Terima Migran Tamil

Must Read

Perubahan Iklim Mengancam Kehidupan Kita

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas Syiah Kuala Banda Aceh menggelar Diskusi Film Perubahan...

Dampingi Ibu

Nelli (6), duduk di samping ibunya yang dirawat dalam tenda darurat di RSU. M. Djamil, Padang, Senin (5/10). ...

Gula Impor

Pekerja menurunkan gula di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, Sabtu (3/10). Kande Agung mengimpor 2.500 ton gula dari...

Anggota Dewan dan Polisi Keracunan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Empat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan seorang polisi, hoyong dan mual-mual usai...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

LONDON — Lembaga pemerhati hak asasi manusia berbasis di London, Amnesty International, meminta Indonesia untuk menerima dan mengizinkan 44 migran Tamil, Srilanka, mendarat.

Direktur Kampanye Amnesty International untuk Asia Tenggara dan Pasifik, Josef Benedict, menyebutkan, para pencari suaka politik ini telah melakukan perjalanan panjang nan sulit untuk keluar dari negara mereka yang represif.

“Sekarang ketika mencapai daratan di Aceh, mereka harus diizinkan untuk mendarat dan bertemu dengan staf UNHCR,” kata Josef Benedict dalam pernyataan media yang dikutip acehkita.com dari amnesty.org, Jumat.

Amnesty International mengaku khawatir terhadap rencana Indonesia yang akan menghalau kapal migran Tamil ini kembali ke perairan internasional.

44 migran Tamil, termasuk di dalamnya perempuan hamil dan sembilan anak-anak, terdampar di perairan Lhoknga sejak Sabtu pekan lalu. Ini artinya, mereka telah berada di Lhoknga selama sepekan lamanya. Pihak berwenang Aceh menolak memberikan izin migran Tamil untuk ditampung semenrara di darat.

Petugas UNHCR dan sebuah tim dari IOM telah berada di Lhoknga sejak Selasa lalu. Namun mereka belum bisa mengakses para pencari suaka politik itu.

Amnesty meminta Pemerintah Indonesia mengizinkan staf UNHCR dan tim IOM mewawancarai dan memverifikasi identitas migran Tamil.

“Para pengungsi dan pencari suaka seringkali pergi tanpa dokumen identitas, sebagaimana seringkali dokumen sulit untuk didapat atau hilang dalam perjalanan. Hal ini tidak ada konsekuensinya dengan hak-hak orang-orang tersebut untuk meminta suaka. UNHCR harus diizinkan untuk mendaftarkan mereka segera,” kata Josef.

Perahu tersebut memulai perjalanan yang membahayakan dari India setelah penumpangnya dilaporkan melarikan diri dari Srilanka, di mana anggota minoritas Tamil mengalami kekerasan dan penyiksaan di masa lalu. Meski ada banyak perbaikan belakangan ini, masih ada keprihatinan akan praktik diskriminasi terhadap kelompok minoritas Tamil oleh aparat penegak hukum. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemerintah Aceh Liburkan Sekolah Mulai Besok

Mengantisipasi meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, meliburkan sekolah-sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Aceh, mulai besok, Senin (16/3/2020). Penegasan...

Biaya Haji Aceh 2020 Rp 31.454.602, Termurah se-Indonesia

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1441 H/2020 untuk Jamaah Calon Haji asal embarkasi Aceh sebesar Rp 31.454.602 per jamaah, sedangkan besaran Bipih 1441 H/2020...

Persiraja Jadi Klub Pertama di Liga 1 2020 yang Didenda Komdis PSSI

Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan keputusan dari hasil sidang yang dilakukan pada Senin (9/3/2020) lalu. Ada 3 hukuman yang diberikan buat klub dan individu...

More Articles Like This