Thursday, April 9, 2020

Alkinemokiye Garapan Dandhy Diputar di Aceh

Must Read

Arema Tahan Imbang Persiraja 1-1

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Persiraja Banda Aceh kembali harus puas dengan perolehan satu angka di partai kandangnya dalam...

Rossi Rebut Pole San Marino

MISANO, ITALIA | ACEHKITA.COM - Pimpinan kejuaraan Valentino Rossi merebut posisi pole untuk Grand Prix San Marino pada Minggu,...

Lagi, Sindikat Prostitusi Online di Banda Aceh Terbongkar

Kepolisian Resort Kota Banda Aceh membongkar sindikat prostitusi online yang melibatkan mahasiswa di Banda Aceh. Sebanyak tujuh terduga pekerja...

Armada FC Juarai Turnamen KPM IAIN

ACEH TIMUR | ACEHKITA.COM -- Turnamen sepak bola Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM CUP) yang telah berlangsung selama 15 hari...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Film dokumenter “Alkinemokiye” untuk pertama kalinya diputar di Aceh. Sabtu (21/1) malam, film produksi WatchdoC garapan Dandhy Dwi Laksono itu diputar di Muharram Journalism College (MJC), Beurawe, Banda Aceh.

Alkinemokiye menggambarkan perjuangan buruh dan persiunan PT Freeport Indonesia di Timika, Papua.

Sebelum diputar di Aceh, film ini telah diputar di sejumlah tempat termasuk di Timika sendiri yang merupakan tempat PT Freeport beroperasi. Alkinemokiye pertama sekali diperingati pada peringatan hari hak asasi manusia se-dunia di Jakarta, 10 Desember.

Bahkan, kata Dandhy, film Alkinemokiye juga sudah ditonton oleh sebagian besar pejabat di Indonesia, termasuk staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Begitu film selesai diputar, nonton bareng yang digagas Forum Alumni MJC (FAMJC) itu dilanjutkan dengan diskusi bersama sutradara filmnya, Dandhy Dwi Laksono.

Dalam sesi diskusi, Dandhy yang juga mantan pemimpin redaksi acehkita.com menyebutkan, nama dari Alkinemokiye sendiri diadopsinya dari bahasa asli suku Amungme yang berarti ‘usaha keras demi kehidupan yg lebih baik. Amungme merupakan suku terbesar di Timika, Papua.

“Untuk pengambilan gambarnya hanya selama 7 hari, namun proses editingnya lebih kurang memakan waktu sebulan,” ujar dia.

Rencananya, sebut penulis buku Jurnalisme Investigasi itu, film yang baru saja selesai dikerjakannya pada Desember 2011 lalu itu akan diikutkan pada festival film Aljazeera.

Film Alkinemokiye tersebut ikut diperkaya dengan sejumlah gambar dan rekaman amatir dari pekerja PT Freeport sendiri. []

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This