Friday, April 10, 2020

Airud Tangani Tujuh Pelanggaran di Laut

Must Read

Aceh Raih Empat Gelar BAZNAS Award 2019

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Aceh kembali mendapatkan penghargaan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat. Jika tahun 2018...

392 Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Aceh Tiba di Tanah Air

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - 392 jemaah haji kloter pertama debarkasi Aceh tiba di Tanah Air. Mereka mendarat di...

Jembatan Pango-Santan

Pekerja menyelesaikan jembatan yang menghubungkan Jalan T.Nyak Makam, Pango Raya dengan Desa Santan, Aceh Besar, Rabu (9/6). Jembatan tersebut,...

The Guardian Ulas Kampanye #KoinUntukAustralia

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Media ternama di Inggris, The Guardian, menurunkan artikel tentang kampanye #KoinUntukAustralia yang digagas untuk...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Selama Januari hingga November 2012, aparat Kepolisian Air dan Udara Daerah Aceh telah selesai mengangani tujuh kasus pelanggaran yang terjadi di laut Aceh.

“Kasus yang kita tangani sudah selesai alias P21 semua,” kata Direktur Kepolisian Perairan Polda Aceh, Kombes Pol Ir Sistomo, dalam acara HUT Kepolisian Air dan Udara ke-62 di Mapolair Daerah Aceh, di Banda Aceh Rabu (5/12/2012).

Tujuh kasus tersebut, yaitu lima di antaranya merupakan kasus illegal fishing (penangkapan ikan secara ilegal) dan dua lainnya merupakan kasus narkoba. Untuk masalah illegal fishing, katanya, pihak Polisi Air menangkap para pelaku karena tidak adanya surat-surat dan melanggar batas wilayah.

“Seperti contoh nelayan Sumatera Utara masuk ke wilayah Aceh,” jelasnya.

Sistomo menyebutkan, pelanggaran yang terjadi di laut dengan kasus yang terjadi di darat sangat berbeda. Hal itu disebabkan karena pelanggaran di laut tidak ada yang melapor. “Kita menangkap para pelanggar jika kita patroli. Tidak ada yang melapor,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, seperti kasus yang terjadi di kawasan perairan Simeulue pada 18 November 2012 lalu. Pihaknya berhasil mengamankan enam pelaku illegal fishing, setelah pelaku melempari bom ikan ke arah polisi. Tapi yang kena bom itu malah kapal mereka sendiri hingga terbakar. Akibat dari itu, tiga meninggal dan dua dinyatakan hilang.

Menurut Sistomo, di perairan Aceh hingga kini belum pernah terjadi tindak kekerasan di kawasan laut, “kami belum menemukan itu di laut Aceh. Tapi mungkin di laut lain ada,” ujarnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Banyak Warga Aceh Belum Peroleh Pengetahuan Terkait COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebagian besar warga di Aceh sampai saat ini disebut belum memperoleh pengetahuan mengenai virus...

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

More Articles Like This