Sunday, June 7, 2020

Ahli: KEL Harus Masuk dalam Qanun RTRW Aceh

Must Read

Batalkan Usaha Tambang, Plt Gubernur Aceh Temui Menteri ESDM

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, pada hari ini, Kamis (25/4) bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral...

Daftar Calon Gubernur, PA Tunggu Pemberlakuan Qanun

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Kekisruhan payung hukum pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah menyebabkan Partai Aceh masih menunggu (wait and...

Uji Materi Dikabulkan, Abdullah Puteh Bisa Ikut Pilkada Aceh

JAKARTA -- Abdullah Puteh, mantan gubernur Aceh, boleh bernafas lega setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan mengabulkan gugatannya. Kemarin, MK mengabulkan...

Lawan Catur di Ulang Tahun Rongsokan

DARUSSALAM | ACEHKITA.COM -- Memperingati hari jadi yang kesepuluh, Teater Rongsokan, kelompok teater mahasiswa Ar-Raniry, mementaskan drama "Lawan Catur"...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

JAKARTA – Sejumlah ahli berpendapat bahwa Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) harus tetap dimasukkan dalam Qanun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Aceh. Qanun yang sudah disahkan parlemen ini tidak memasukkan nomenklatur KEL dalam RTRW Aceh.

Ketidakadaan KEL dalam Qanun RTRW Aceh digugat oleh sejumlah masyarakat Aceh. Saat ini, gugatan itu sedang diadili di Pengadilan Negeri Pusat. Gerakan Rakyat Aceh Menggugat (Geram) menggugat Menteri Dalam Negeri, Gubernur Aceh, dan Ketua DPR Aceh karena tidak masuknya nomenklatur KEL dalam Qanun Aceh Nomor 19 Tahun 2013 tentang RTRW Aceh.

Dalam persidangan Selasa, persidangan menghadirkan mantan Menteri Lingkungan Hidup Prof Emil Salim dan Dr Syahrul, dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

“KEL ini merupakan kawasan strategis nasional. KEL diatur dalam aturan perundang-undangan. Karena itu, KEL harus dimasukkan dalam Qanun RTRW Aceh,” ungkap Emil Salim di persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (6/9).
Emil Salim dalam keterangannya sebagai saksi ahli menyebutkan bahwa pembentukan Kawasan Ekosistem Leuser atau KEL sudah sejak lama diperjuangkan. Perjuangan pembentukan KEL dilakukan mulai tahun 1920.

Saat itu, para pemimpin lokal menentang invasi kolonial yang ingin mengonversi hutan dan membuka pertambangan dan perkebunan. Namun, para pemimpin lokal menolaknya karena didasarkan pada keunikan KEL dari segi keanekaragaman hayati, kata Prof. Emil Salim.

Selain sudah diperjuangkan sejak lama, Prof. Emil Salim menjelaskan bahwa KEL merupakan Kawasan Strategis Nasional (KSN). Kawasan itu dibentuk untuk kepentingan nasional, meliputi pertahanan dan keamanan negara serta ekonomi, sosial dan geopolitik.

“Jadi, penghapusan KEL tidak bisa serta merta dilakukan. Termasuk menghapusnya dari RTRW Aceh. KEL merupakan satu sari 25 kawasan ekosistem dunia yang penting dan unik,” kata dia.

Senada juga diungkapkan Dr. Syahrul, dosen Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Ia mengatakan, KEL merupakan kawasan terpenting yang harus diproteksi.

“KEL memang tidak identik dengan kawasan lindung, kawasan suaka alam, suaka margasatwa, dan lainnya. Namun, semua kawasan itu menjadi wilayah KEL karena keunikannya,” ungkap dia. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Perjuangan Para Ibu di Aceh Hidupkan Ekonomi Keluarga di Tengah Covid-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Dagangan bakso goreng milik Aswah pernah hampir tidak laku selama sepekan setelah salah satu...

Unmuha, Universitas Swasta Terbaik Di Aceh Versi 4ICU

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) masuk dalam 10 Universitas terbaik di Aceh Alhamdulillah Unmuha memperoleh peringkat 1 PTS se-Aceh, peringkat...

Pemko Banda Aceh Gandeng Unsyiah Gelar Tes Swab Massal untuk 1.300 Warga

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pemerintah Kota Banda Aceh bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar tes swab corona yang menyasar sekitar 1.300...

Proxemics

Proxemics Saiful Mahdi* Menurut ahli zoologi Swiss Heini Hediger, hewan menjaga berbagai batasan jaraknya dengan yang lain. Batasan ini tergantung apakah hewan dalam posisi bersiap untuk...

Haul ke-10, Wali Nanggroe Kenang Perjuangan Tgk Hasan Tiro

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Memperingati 10 tahun haul almarhum Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh DR Tgk Hasan Muhammad Di Tiro, Tgk Malik...

More Articles Like This