Monday, April 6, 2020

Ahli: KEL Harus Masuk dalam Qanun RTRW Aceh

Must Read

Larangan Rayakan Tahun Baru

Petugas Satpol PP dan Wilayatul Hisbah menempel pengumuman Seruan Bersama untuk tidak merayakan tahun baru masehi di Taman Sari,...

Penyandang Cacat Ikut Simulasi Pilkada

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sebanyak 85 para penyandang cacat dari seluruh Aceh mengikuti sosialisasi pemilihan kepala daerah di...

Apel Hijau Tercemar Bakteri Listeria

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Pemerintah memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati mengonsumsi apel hijau impor jenis Granny Smith dan Gala....

Aceh Damai, Acehkita Berkonflik

ACEHKITA terus berkembang sejak lahir sampai dua tahun kemudian. Dari semula hanya sebuah website di bawah naungan Yayasan Acehkita, hingga...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

JAKARTA – Sejumlah ahli berpendapat bahwa Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) harus tetap dimasukkan dalam Qanun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Aceh. Qanun yang sudah disahkan parlemen ini tidak memasukkan nomenklatur KEL dalam RTRW Aceh.

Ketidakadaan KEL dalam Qanun RTRW Aceh digugat oleh sejumlah masyarakat Aceh. Saat ini, gugatan itu sedang diadili di Pengadilan Negeri Pusat. Gerakan Rakyat Aceh Menggugat (Geram) menggugat Menteri Dalam Negeri, Gubernur Aceh, dan Ketua DPR Aceh karena tidak masuknya nomenklatur KEL dalam Qanun Aceh Nomor 19 Tahun 2013 tentang RTRW Aceh.

Dalam persidangan Selasa, persidangan menghadirkan mantan Menteri Lingkungan Hidup Prof Emil Salim dan Dr Syahrul, dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

“KEL ini merupakan kawasan strategis nasional. KEL diatur dalam aturan perundang-undangan. Karena itu, KEL harus dimasukkan dalam Qanun RTRW Aceh,” ungkap Emil Salim di persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (6/9).
Emil Salim dalam keterangannya sebagai saksi ahli menyebutkan bahwa pembentukan Kawasan Ekosistem Leuser atau KEL sudah sejak lama diperjuangkan. Perjuangan pembentukan KEL dilakukan mulai tahun 1920.

Saat itu, para pemimpin lokal menentang invasi kolonial yang ingin mengonversi hutan dan membuka pertambangan dan perkebunan. Namun, para pemimpin lokal menolaknya karena didasarkan pada keunikan KEL dari segi keanekaragaman hayati, kata Prof. Emil Salim.

Selain sudah diperjuangkan sejak lama, Prof. Emil Salim menjelaskan bahwa KEL merupakan Kawasan Strategis Nasional (KSN). Kawasan itu dibentuk untuk kepentingan nasional, meliputi pertahanan dan keamanan negara serta ekonomi, sosial dan geopolitik.

“Jadi, penghapusan KEL tidak bisa serta merta dilakukan. Termasuk menghapusnya dari RTRW Aceh. KEL merupakan satu sari 25 kawasan ekosistem dunia yang penting dan unik,” kata dia.

Senada juga diungkapkan Dr. Syahrul, dosen Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Ia mengatakan, KEL merupakan kawasan terpenting yang harus diproteksi.

“KEL memang tidak identik dengan kawasan lindung, kawasan suaka alam, suaka margasatwa, dan lainnya. Namun, semua kawasan itu menjadi wilayah KEL karena keunikannya,” ungkap dia. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This