Sunday, February 23, 2020

Ahli: KEL Harus Masuk dalam Qanun RTRW Aceh

Must Read

ARSIP | Wali Nanggroe Hanya di Kamus Tua

DINGIN menembus jaket. Pohon-pohon apel di perkarangan klinik itu, kuyup dihembus angin musim gugur. Belasan derajat Celsius cuacanya. Di...

Kapolda Apresiasi Kinerja Ranger Jaga Hutan Aceh

PIDIE | ACEHKITA.COM -- Kerusakan dan maraknya perubahan fungsi hutan Aceh menjadi lahan perkebunan membuat gusar Kapolda Aceh, Irjen...

Puluhan Hektar Sawah Diserang Keong Mas

ACEH UTARA | ACEHKITA.COM -- Pengganggu tanaman, keong mas, menyerang puluhan hektar tanaman padi baru tanam di Kecamatan Meurah...

HAkA Kampanye Selamatkan Leuser di Banda Aceh Car Free Day

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Selamatkan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dikampanyekan di Banda Aceh Car Free Day, Ahad 16...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

JAKARTA – Sejumlah ahli berpendapat bahwa Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) harus tetap dimasukkan dalam Qanun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Aceh. Qanun yang sudah disahkan parlemen ini tidak memasukkan nomenklatur KEL dalam RTRW Aceh.

Ketidakadaan KEL dalam Qanun RTRW Aceh digugat oleh sejumlah masyarakat Aceh. Saat ini, gugatan itu sedang diadili di Pengadilan Negeri Pusat. Gerakan Rakyat Aceh Menggugat (Geram) menggugat Menteri Dalam Negeri, Gubernur Aceh, dan Ketua DPR Aceh karena tidak masuknya nomenklatur KEL dalam Qanun Aceh Nomor 19 Tahun 2013 tentang RTRW Aceh.

Dalam persidangan Selasa, persidangan menghadirkan mantan Menteri Lingkungan Hidup Prof Emil Salim dan Dr Syahrul, dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

“KEL ini merupakan kawasan strategis nasional. KEL diatur dalam aturan perundang-undangan. Karena itu, KEL harus dimasukkan dalam Qanun RTRW Aceh,” ungkap Emil Salim di persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (6/9).
Emil Salim dalam keterangannya sebagai saksi ahli menyebutkan bahwa pembentukan Kawasan Ekosistem Leuser atau KEL sudah sejak lama diperjuangkan. Perjuangan pembentukan KEL dilakukan mulai tahun 1920.

Saat itu, para pemimpin lokal menentang invasi kolonial yang ingin mengonversi hutan dan membuka pertambangan dan perkebunan. Namun, para pemimpin lokal menolaknya karena didasarkan pada keunikan KEL dari segi keanekaragaman hayati, kata Prof. Emil Salim.

Selain sudah diperjuangkan sejak lama, Prof. Emil Salim menjelaskan bahwa KEL merupakan Kawasan Strategis Nasional (KSN). Kawasan itu dibentuk untuk kepentingan nasional, meliputi pertahanan dan keamanan negara serta ekonomi, sosial dan geopolitik.

“Jadi, penghapusan KEL tidak bisa serta merta dilakukan. Termasuk menghapusnya dari RTRW Aceh. KEL merupakan satu sari 25 kawasan ekosistem dunia yang penting dan unik,” kata dia.

Senada juga diungkapkan Dr. Syahrul, dosen Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Ia mengatakan, KEL merupakan kawasan terpenting yang harus diproteksi.

“KEL memang tidak identik dengan kawasan lindung, kawasan suaka alam, suaka margasatwa, dan lainnya. Namun, semua kawasan itu menjadi wilayah KEL karena keunikannya,” ungkap dia. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta,...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

More Articles Like This