Thursday, April 2, 2020

Ada Apa dengan Gie?

Must Read

Di Bawah Lampion Rumah Persaudaraan

"JARANG-jarang kita bisa duduk bersama beginian, suasananya juga adem. Saya suka acara seperti ini," kata Banta Syahrizal, Senin (25/7)...

Difitnah Ikut Rapat PKI di Istana, Nezar Patria Somasi Alfian Tanjung

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Anggota Dewan Pers, Nezar Patria melalui kuasa hukumnya J. Kamal Farza SH dan kawan-kawan, Senin...

Ini Pemenang Lomba Foto & Tulisan KIP Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Media Center Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh mengumumkan pemenang lomba foto dan tulisan yang...

Irwandi-Nazar Ajak Warga Lawan Intimidasi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Wakilnya Muhammad Nazar mengajak masyarakat untuk melawan segala bentuk...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

KAMIS sore, 7 Juni 2011, sejumlah mahasiswa di Banda Aceh berkumpul di halaman samping Masjid Jami Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Mereka berdiskusi tentang buku “Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran”.

Soe Hok Gie
Tak ada yang istimewa dengan diskusi itu. Hanya duduk bersama sembari ngobrol. Tak ada seorang pemateri khusus. Semua peserta diskusi bebas mengeluarkan ide dan pendapatnya seputar Soe Hok Gie dan buku hariannya itu. Apa yang diketahui bisa diungkapkan. Saling tukar pikiran dan mendengarnya.

Tempatnya juga terbuka. Bukan di sebuah gedung pertemuan yang terdiri dari meja dan kursi di dalamnya. Tanpa beralaskan tikar, mereka duduk begitu saja secara melingkar di atas rumput bersemak dedaunan.

Meski demikian, diskusi itu berjalan lancar seadanya. Masing-masing peserta mengeluarkan pendapatnya soal Soe Hok Gie dan bukunya.

Dalam diskusi sore itu, mengemuka kenapa Soe Hok Gie bisa ditokohkan dan bukunya itu populer di publik.

Gie yang mati muda itu hingga kini masih menjadi idola bagi sebagian aktivis mahasiswa. Muncul pertanyaan di tengah peserta diskusi, apa karena mati muda sehingga ia dikenang dan ditokohkan hingga sekarang.

Adik Arief Budiman itu memang dikenal sebagai seorang sosok humanis dan istiqamah dengan pendiriannya. Presiden Soekarno salah seorang yang sangat ditantang olehnya.

Dari buku itu, seorang peserta diskusi klub Kutubuku, Mifta Sugesty menyebutkan, Gie terkesan galau dalam kesehariannya. Menurutnya isi buku itu lebih kepada kecemasannya terhadap berbagai persoalan.

Kenapa Gie sampai ditokohkan? Mengemuka barangkali karena dia mati muda saja dan ketika itu tidak ada sosok tokoh muda yang berpegang teguh terhadap pendiriannya. Hingga ajal menjemput di Gunung Semeru, ia tidak goyah.

Faktor lain juga karena dia berposisi di pusat ibukota Indonesia. Gie sendiri seorang alumni Universitas Indonesia (UI).

Sedangkan bukunya bisa populer bisa jadi hanya karena publikasi media. “Ayahnya Soe Hok Gie itu kan seorang wartawan,” tandas seorang peserta lainnya.

Kaitan dengan sekarang? Terkemuka jarang sekali ditemukan sosok seperti seorang Soe Hok Gie. Setelah berkoar-koar memperjuangkan nasib rakyat, mereka akhirnya kandas dan berakhir dengan pilihan bergabung ke partai politik. Sedangkan Gie tidak.

Diskusi pun berakhir tanpa sebuah kesimpulan. Semua peserta dibiarkan bebas berkesimpulan menurut pribadi masing-masing. Terserah! Diskusi perdana Klub Kutubuku pun usai.

Jelang bubar, peserta diskusi menentukan target buku selanjutnya untuk didiskusikan secara bersama dalam kurun waktu sebulan sekali. Setelah semua peserta menyebutkan buku demi buku, akhirnya diputuskan buku Sekolah Itu Candu sebagai buku yang akan didiskusikan.

Mifta menyebutkan, diskusi klub Kutubuku itu terbuka untuk umum khususnya kalangan mahasiswa. Jadi siapa yang berminat bisa ikut serta dalam diskusi tersebut. []

[Mahasiswa, pemilik akun twitter @husainiende]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh dan...

More Articles Like This