Ada 980 Kasus Aktif, Pasien COVID-19 Meninggal di Aceh Bertambah Jadi 374 Orang

3 Mahasiswa Malaysia yang Pulang dari Aceh Dinyatakan Positif COVID-19
Petugas medis yang menangani pasien COVID-19 di Aceh, Maret 2020. (Foto: Ucok Parta/acehkita)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Kasus penularan virus corona di Aceh masih terus bertambah hingga Senin (19/1/2021). Mulai dari pasien terkonfirmasi positif COVID-19, sembuh hingga meninggal dunia.

“Kasus meninggal dunia bertambah tiga orang lagi dalam 24 jam terakhir, warga Pidie Jaya dua orang dan satu lagi warga Kabupaten Pidie,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG), kepada awak media, pada Senin malam.

SAG menyebut, sementara kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19 bertambah 2 orang, dan pasien sembuh pada hari ini sebanyak 1 orang.

“Dua penderita baru COVID-19 di Aceh, keduanya warga Kota Banda Aceh. Sementara satu pasien yang dilaporkan sudah sembuh warga Kabupaten Aceh Tengah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini ada 980 pasien corona yang masih dirawat di Aceh (kasus aktif), atau sekitar 11,2 persen dari kasus kumulatif positif COVID-19. “Mereka yang dirawat di rumah sakit sebanyak 82 orang, dan sebagian besar lainnya melakukan isolasi mandiri,” kata SAG.

SAG menambahkan, jumlah akumulasi kasus COVID-19 di Aceh sudah mencapai 9.055 orang, terhitung sejak kasus positif pertama diumumkan pada 26 Maret 2020.

Dari total jumlah itu, pasien COVID-19 atau kasus aktif yang dirawat saat ini 980 orang, sudah sembuh sebanyak 7.701 orang, dan 374 orang meninggal dunia.

Lebih lanjut, SAG menghimbau masyarakat supaya memberi dukungan moril kepada penderita COVID-19 yang sedang dirawat atau melakukan isolasi mandiri. Tidak memberikan stigma negatif yang tidak berdasar dan mendukung keluarga mereka.

“Penyakit COVID-19 bukan kutukan. Infeksi virus corona tidak ada kaitannya dengan perilaku seseorang menyimpang secara moral,” sebutnya.

Menurutnya, virus corona menular dan menyebar dengan cara berpindah dari orang yang terinfeksi (carrier) kepada orang lain yang berdekatan secara fisik. Penularannya melalui percikan droplet yang berterbangan saat berbicara, batuk, atau bersin, dan masuk ke tubuh orang lain melalui mulut, hidung, dan mata. Karena itu selalu diimbau untuk menjaga jarak dan memakai masker.

SAG menjelaskan, virus corona dapat menular juga melalui benda perantara di sekitar kita seperti peralatan makan yang tidak dicuci dengan sabun, atau benda-benda sekitar yang sudah menempel cairan droplet yang tersentuh tangan. Penularan melalui perantara ini dapat dicegah dengan selalu menjaga kebersihan dan mencuci tangan dengan memakai sabun sesering mungkin.

“Menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan merupakan cara paling sederhana tapi efektif melindungi diri dari ancaman virus corona,” sebutnya.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.