ACEHKITA.tv | Wisata Tsunami di Tanah Serambi

0
1111

SUDAHKAH Anda memilih lokasi berlibur pekan ini? Hmmm…jika belum, jadwalkan mengunjungi Museum Tsunami di Jalan Iskandar Muda Banda Aceh. Museum yang menyerupai kapal ini buka setiap hari dari jam 10 pagi sampai pukul 5 sore. Di sini Anda dipastikan dapat membayangkan kedahsyatan tsunami yang meluluhlantakkan Aceh akhir 2004 lalu.

Saat hendak masuk museum, Anda disambut puing helikopter milik Kepolisian Daerah Aceh. Rongsokan ini bersaksi begitu cepatnya tsunami melaju, pilot sempat berhasil menerbangkan helikopter beberapa meter dari tanah namun naas tsunami berhasil mengulungnya.

Ketegangan kian terasa saat Anda memasuki lorong gelap yang di dindingnya mengalir air disertai suara gemuruh. Lorong “air terjun” akan membawa suasana batin seakan-akan berada di tengah bencana tsunami.

Langkah pengunjung kemudian diarahkan masuk ke ruang temaram yang melingkar, di sini seluruh di dinding bertuliskan nama para korban tsunami yang terdata. Langit ruang ini bertuliskan nama Allah Sang Pencipta. Dalam museum yang dibangun Februari 2008 ini terdapat jembatan yang membelah kolam di bawahnya.

Ingin jauh mengetahui seperti apa Aceh setelah dilanda tsunami? Masuklah ke ruang pameran. Foto-foto kehancuran dan geliat pembangunan Aceh dipajang untuk menjawab rasa penasaran anda.

Sempatkan juga mampir di Gampong Punge Blang Cut, Anda akan kaget melihat kapal pembangkit listrik tenaga diesel berbobot 26 ribu ton parkir di tengah pemukiman. Kapal ini saksi bisu dahsyatnya gelombang yang mengantarnya 5 kilometer dari laut Ulee Lheue hingga menabrak sejumlah rumah sebelum akhirnya kandas.

Di dalam kawasan Taman Edukasi Tsunami ini, dibangun sebuah tugu bertuliskan nama warga yang menjadi korban. Di sini biasanya para wisatawan mengabadikan perjalanan mereka dengan berfoto, selain di pancuran air yang keluar diantara bebatuan.

Tunggu apa lagi? Mari berkunjung ke Aceh.

Dari Banda Aceh, Maimun Saleh dan Muhammad Hamzah melaporkan untuk acehkitatv. []

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.