Friday, February 28, 2020

40 Persen Hutan Aceh Utara Rusak

Must Read

Idang Meulapeh

Warga menurunkan idang meulapeh dari 23 kabupaten/kota dan dinas/badan provinsi untuk disajikan saat maulid akbar di Masjid Baiturrahman, Banda...

Warga Permata Ikut Sosialisasi Pilkada Damai

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sebanyak 93 warga dari 10 desa di Kecamatan Permata, Bener Meriah, mengikuti sosialisasi pemilihan...

DPRA Rancang Qanun Pendirian Rumah Ibadah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Kasus penertiban 16 rumah ibadah milik umat Kristiani di Aceh Singkil --yang disebut-sebut dilakukan...

Dana untuk Komisi Informasi Belum Ada

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Komisi A DPR Aceh menyesalkan masih belum terbentuknya Komisi Informasi Aceh disebabkan belum...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

ACEH UTARA | ACEHKITA.COM — Penebangan dan perambahan hutan di Aceh Utara marak dilakukan. Selain berdampak pada bencana lingkungan, kerusakan hutan juga menimbulkan konflik antara manusia dengan satwa. Lembaga swadaya masyarakat Silfa mengklaim 40 persen hutan di Aceh Utara sudah dalam tahap kritis. Dalam tiga tahun terakhir, kerusakan hutan di kawasan itu mencapai sekitar 33.297 hektar dari total luas hutan sekitar 70.024 hektar.

“Penebangan liar di hutan Aceh Utara belakangan ini sangat marak terjadi yang mengakibatkan bencana alam yang sangat beragam, mulai dari longsor, banjir, hingga konflik satwa,” ungkap Direktur LSM Silfa Irsadi Aristora, kepada acehkita.com, Kamis (2/6).

Dikatakannya, terdapat tiga wilayah hutan yang kerusakannya paling parah yaitu kawasan Cot Girek, Nisam Antara, dan Langkahan. “Sebenarnya, faktor paling menentukan terjadinya illegal logging adalah faktor ekonomi. Karena sekarang ini hampir semua masyarakat di pinggiran hutan akan selalu berpikir memotong kayu untuk bertahan hidup. Soalnya, di sana sulit mendapatkan lapangan pekerjaan yang mudah dan bisa menghasilkan uang,” ungkapnya.

Akibat lainnya, menurut Irsadi, kerusakan hutan Aceh Utara telah mengakibatkan banjir yang selalu menghantam pemukiman penduduk setiap musim penghujan tiba, “bila terjadi hujan dua hari saja, sejumlah titik akan banjir. Contohnya di kawasan Lhoksukon, Matang Kuli, pedalaman Kuta Makmur, dan Panton Labu” tambahnya.

Dampak lainnya, meningkatnya eskalasi konflik gajah dengan manusia. Dijelaskannya, di saat hutan dirambah, maka gajah ataupun harimau akan turun ke permukiman penduduk. Fenomena ini terjadi di kawasan Kecamatan Langkahan, Cot Girek, Paya Bakong, Nisam Antara, dan Meurah Mulia.

Gajah liar yang turun ke pemukiman banyak merusak tanaman warga, seperti yang terjadi di kawasan Kecamatan Cot Girek beberapa hari lalu. “Bila perambahan terus terjadi tanpa ada yang bisa menghentikan, maka bencana yang diterima warga pinggiran hutan akan lebih parah lagi dibandingkan sekarang. Makanya, bila tidak ingin itu terjadi, harus ada sikap dan kebijakan yang pasti untuk menghentikan illegal logging,” pungkasnya. []

1 COMMENT

  1. bngai mn kita meg pencegah hutan kt jngn sampai terganggagu……….dan jngn ada yg pemotongn liar …………..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This