3 Mahasiswa Malaysia yang Pulang dari Aceh Dinyatakan Positif COVID-19

0
578
3 Mahasiswa Malaysia yang Pulang dari Aceh Dinyatakan Positif COVID-19
Ilustrasi petugas medis yang menangani pasien COVID-19. Foto: Ucok Parta/acehkita

Tiga mahasiswa Malaysia yang baru pulang dari Aceh dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19. Hal ini sebagaimana diungkapkan Direktur Jenderal Kesehatan pada Kementerian Kesihatan Malaysia (KKM), Dr Noor Hisham Abdullah, dalam konferensi pers meng-update perkembangan penanganan COVID-19 di Malaysia.

Noor Hisham mengatakan bahwa ketiga mahasiswa yang kuliah di Banda Aceh tersebut merupakan bagian dari kluster COVID-19 baru di Malaysia yang melalui pintu masuk antarabangsa di Lapangan Terbang Kuala Lumpur (KLIA) pada 16 April lalu.

“Kluster ini terdiri daripada 43 orang pelajar yang pulang dari Temboro, salah satu tempat yang telah dinyatakan sebagai zona merah di daerah Magetan, Indonesia,” ungkap Noor Hisham seperti dilansir malaysiakini.com, Minggu (19/4).

“Dari jumlah keseluruhan tersebut, sebanyak 34 orang telah dikarantina di negeri Melaka dan sembilan orang di Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur,” sebutnya.

Ia menyebut, perkembangan itu menunjukkan bahawa tindakan kerajaan untuk mengambil langkah karantina dan menyaring semua rakyat Malaysia yang pulang dari luar negara adalah tepat.

Noor Hisham kemudian merincikan angka warga Malaysia yang kembali dari luar negara yang dan saat ini dikarantina. Jumlah yang dikarantina sebanyak 15.800 orang. Dari jumlah itu, 11.725 orang masih menjalani karantina.

Sebanyak 1.041 orang yang dikarantina merupakan mereka yang kembali dari acara majelis tabligh.

Dari total orang yang dikarantina, 8.410 orang di antaranya telah diambil sampe, dan sebanyak 65 dinyatakan positif corona.

“Dari sampel itu, yang positif ialah 65, yaitu 17 yang saya umumkan semalam dan hari ini 43 dari Jawa Timur dan ada tiga dari Aceh, satu dari Turki dan satu dari Kalimantan,” katanya.[]

malaysiakini

ACEHKITA.COM mendapatkan bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.