Thursday, April 9, 2020

240 Lapak Pedagang Kaki Lima Digusur

Must Read

Badan Arsip Lacak Dokumen Aceh di Swedia

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Swedia menyatakan keterbukaannya terhadap Pemerintah Aceh yang berencana akan mengakusisi dokumen-dokumen penting yang berkaitan...

Potensi Wisata Air

Sejumlah pengunjung menikmati suasana air terjun di Desa Samahani, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Sabtu (23/1). Tidak banyak warga...

Tanpa Dana Otsus, Aceh Terancam Bangkrut?

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menilai Aceh bakal bangkrut jika tidak ditopang dengan dana otonomi...

Pemilik Pabrik Sabu Dituntut Hukuman Mati

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Banda Aceh dalam menuntur agar Pengadilan Negeri menghukum mati...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Puluhan petugas polisi pamong praja menggusur sedikitnya 240 unit lapak para pedagang kaki lima yang menggelar dagangan di Jalan Teungku Chik Pante Kulu Banda Aceh. Mereka diminta untuk pindah ke pasar modern.

Penggusuran lapak pedagang kaki lima yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Teuku Saifuddin. Ini sengaja dilakukan usai salat Subuh untuk menghindari kepadatan Pasar Aceh.

Saifuddin menyebutkan, penggusuran ini dilakukan setelah pedagang kaki lima mengabaikan imbauan Pemerintah Kota yang melarang mereka berjualan di jalan tersebut. Sebab, Pemerintah Kota telah menyediakan tiga pasar modern, yaitu Pasar Aceh II, Pasar Batoh, dan Pasar Gampong Ateuk.

“Mereka tidak mau pindah,” kata Saifuddin kepada wartawan, Rabu (23/10/2013).

Para pedagang punya alasan menggelar lapak di pinggir jalan. Pasalnya, sebut sejumlah pedagang, mereka tidak mampu menyewa kios di pasar modern, seperti Pasar Aceh II.

“Biaya sewa los di Pasar Aceh Baru II berat sekali Rp8 juta sampai Rp24 juta kami pedagang kaki lima mana mungkin mampu sewa segitu,” kata Muhammad Nur, seorang pedagang kaki lima.

Ia berharap, Pemko Banda Aceh menurunkan harga sewa dan bisa dijangkau oleh para pedagang kecil.

“Mana mungkin pedagang kaki lima bersaing dengan pedang kelas tokoan. Mohon pemerintah memperhatikan hal tersebut,” kata Ketua Persatuan Pedagang Pasar Aceh Muzakir.

Sejak beberapa bulan lalu, Pemko Banda Aceh telah mengoperasikan Pasar Aceh II yang dibangun menelan biaya sebesar Rp116,2 milyar. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This