Friday, April 3, 2020

22 Persen Warga Aceh Hilang Hak Pilih

Must Read

Mahasiswa Aceh Tolak Kenaikan BBM

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak juga disuarakan mahasiswa Aceh. Dalam aksi di Bundaran...

Kampanye PA Kecewakan Pelajar

BANDA ACEH, acehkita.com.Simpatisan Partai Aceh (PA), melakukan pemblokiran jalan di sekitar Stadion Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh,...

ACEHKITA.tv | Oknum Polisi Aniaya Pelajar

Seorang oknum polisi menganiaya pelajar sekolah menengah pertama di Banda Aceh. Keluarga memprotes tindakan polisi ini.

Lagi, Seorang Warga Tewas Tertembak

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Operasi perburuan teroris di Aceh kembali merengut korban warga sipil. Kali ini menimpa Nurbahri,...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Sebanyak 22 persen masyarakat Aceh tak bisa menggunakan hak pilihnya di Pemilu legislatif 9 April lalu akibat amburadulnya penentuan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Itu merupakan data yang mengemuka dalam pertemuan Komisi Kelanjutan Perdamaian Aceh atau CoSPA ke-15 di kantor Forum Bersama (Forbes) Aceh Damai, Banda Aceh, Kamis (30/4). Komisi Independen Pemilihan Aceh belum melansir data resmi jumlah warga yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya akibat amburadulnya sistem pendataan pemilih dan juga tidak mendapatkan undangan dari petugas pemilihan.

“Peserta CoSPA merekomendasikan agar Pemerintah Aceh menginstruksikan jajarannya agar menyediakan data kependudukan dari struktur pemerintahan terbawah (geuchik) untuk menghadapi Pemilu Presiden 8 Juli 2009,” kata Azwar Abubakar, pemimpin pertemuan.

Pihaknya, kata Azwar, meminta KIP berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota di Aceh untuk melibatkan kepala desa dalam pengecekan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilu Presiden nanti. Pemerintah tingkat satu dan dua harus mengalokasikan biaya untuk keperluan pendataan pemilih untuk Pemilu Presiden 8 Juli nanti.

“Kita mengharapkan semua pihak agar mengenyampingkan segala perbedaan yang muncul saat kampanye lalu untuk membangun masa depan Aceh lebih baik.”

Pertemuan CoSPA selain dihadiri perwakilan Pemerintah Aceh, Polda Aceh dan Kodam Iskandar Muda, juga ada dua pengamat internasional, John Penny (Uni Eropa) dan Dihya Ihsan (USAID). Cospa berikutnya akan diadakan di Sabang, 20 Mei 2009. []

1 COMMENT

  1. ureung yg kerja ateuh rak yat bek lee tingeut ngeon jaga…..han puleh2 le penyaket jameun..peumanteoeng peunyaket ek suharto kubbah, kajeut beudeoh tgk ee bek le lam teungeut, han maju nanggroe meunyeo manteong lagenyan…….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This