Friday, May 29, 2020

2 Kapal Trawl Malaysia dan 10 Nelayan Thailand Ditangkap

Must Read

Pimpinan Aceh Harus Selesaikan Kisruh Pilkada

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar menyarankan agar pimpinan Aceh segera menyelesaikan konflik regulasi pelaksanaan...

Polisi Ringkus Belasan Komplotan Maling Motor

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Jajaran Kepolisian Resort Kota Banda Aceh berhasil meringkus 15 komplotan maling sepeda motor di...

DPRA Dikritik Soal Qanun Komisi Rekonsiliasi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Koalisi NGO HAM Aceh mengkritik sikap DPRA yang hingga kini belum membahas Rancangan Qanun...

Stop Konflik Elite Jelang Pilkada

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Konflik antarelite politik yang memanas menjelang pemilihan kepala daerah sudah seharusnya dihentikan. Jika tidak,...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Polisi Air (Polair) telah menangkap dua kapal trawl berbendera Malaysia dan menahan 10 nelayan berkebangsaan Thailand yang diduga mencuri ikan di perairan Indonesia, Minggu dinihari.

AKBP Edwin, Wakil Direktur Polair Aceh, menyatakan, penangkapan itu dilakukan oleh kapal KP Jalak – 5002 milik Mabes Polri yang sedang diBKOkan ke Polair Aceh ketika melakukan patroli di perairan Selat Malaka, Minggu sekitar pukul 1:30 Wib.

“Ketika sedang berpatroli rutin di perairan dekat Kuala Langsa, kita melihat dua trawl sedang menangkap ikan sehingga segera kedua kapal berbendera Malaysia itu digiring dan diperiksa,” katanya.

Ditambahkan bahwa kedua kapal trawl itu ditangkap berada pada titik 25 mil dari daratan pelabuhan Kuala Langsa.

Kedua trawl itu dinakhodai Mr Thanet dan Mr Suwit. Mereka bersama delapan anak buah kapal (ABK) merupakan warga negara Thailand, tetapi kapalnya berbedera Malaysia.

Menurut Edwin, setelah diperiksa ternyata kedua trawl tak punya dokumen resmi untuk melakukan penangkapan ikan di perairan Indonesia. Lalu kedua kapal bersama 10 ABK dibawa ke Pelabuhan Kuala Langsa di Aceh bagian timur untuk diperiksa lebih intensif.

“Tim pemeriksa dari Polair Aceh telah bergerak ke Langsa untuk melakukan proses lebih lanjut karena mereka telah melakukan pelanggaran hukum di Indonesia,” katanya.

Selain menangkap dua trawl dan menahan 10 warga Thailand, Polair juga menyita 3,8 ton ikan berbagai jenis hasil penangkapan kedua kapal itu.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

AJI Desak Politikus PSI Cabut Laporan terhadap Jurnalis Senior Farid Gaban

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengecam tindakan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muannas Alaidid yang melaporkan jurnalis senior Farid...

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi Saiful Mahdi* Saya hanya mengikuti selintas heboh "nasi anjing". Nasi bungkus ini dibagikan di kawasan Tanjung Priok, Jakarta pada akhir...

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik Idul Fitri 1441 H bagi...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

Update Corona 14 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tak Bertambah dalam Sepekan Terakhir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kasus positif terinfeksi virus Corona di Aceh tidak ada penambahan kasus baru dalam sepekan terakahir. Kasus positif Covid-19 terakhir...

More Articles Like This