Wednesday, May 27, 2020

15 Ribu Hektar Kebun Kopi Terlantar

Must Read

MK Perintahkan KIP Lanjutkan Pilkada

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi yang diketuai Mahfud Md memerintahkan Komisi Independen Pemilihan Aceh untuk...

Formula Satu Pecah

SILVERSTONE | ACEHKITA.COM - Delapan tim Formula Satu akan memulai persiapan-persiapan untuk menggelar balapan tandingan pada 2010, setelah menolak...

Panwaslih Aceh Tamiang Latih 912 Pengawas TPS

TAMIANG | ACEHKITA.COM - Dalam rangka memantapkan sumber daya Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Pemilu 2019 di Aceh Tamiang...

Dua Jurnalis Aceh Juara Lomba Foto PU

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Dua jurnalis Aceh kembali menoreh prestasi di kancah nasional, setelah berhasil menang dalam lomba...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BENER MERIAH | ACEHKITA.COM — Sedikitnya 15.000 hektar kebun kopi milik masyarakat Kabupaten Bener Meriah, terlantar dan rusak, saat konflik berkepanjangan melanda Aceh beberapa waktu lalu. Kondisi ini menyebabkan roda perekonomian masyarakat dataran tinggi Gayo itu tersendat.

Kebun kopi yang rusak berada di Kecamatan Bukit, Syiah Utama, Bandar, dan Kecamatan Permata.

“Kita telah dan sedang merehab kembali kebun-kebun yang rusak itu,” kata Wakil Bupati Bener Meriah Sirwandi, Rabu (24/6). “Sebagian kebun, tahun depan sudah bisa panen perdana.”

Kebun kopi terbengkalai karena ditelantarkan oleh para petani yang mengungsi karena akibat kontak senjata yang kerap terjadi antara pasukan pemerintah dengan gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka.

Padahal, saat ditinggalkan petani, kebun-kebun tersebut dalam masa produktif. Saat warga kembali ke permukiman, kebun-kebun tersebut sudah dipenuhi ilalang dan pohon kopi sudah tak terurus, sehingga tak lagi berbuah.

“Pohon itu kemudian dipotong dan ditanam baru, setelah kita bagikan bibit,” jelasnya.

Menurut dia, saat ini di Bener Meriah hanya menyisakan 40 ribu hektar kebun kopi yang masih produktif.

“Namun akibat terserang jamur akar, produksi menurun menjadi 600 kilogram perhektar –dari 800-900 kilogram perhektar,” sebut Sirwandi. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

Update Corona 14 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tak Bertambah dalam Sepekan Terakhir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kasus positif terinfeksi virus Corona di Aceh tidak ada penambahan kasus baru dalam sepekan terakahir. Kasus positif Covid-19 terakhir...

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Aceh Bertambah Jadi 12 Orang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pasien positif Covid-19 asal Bener Meriah berinisial BD (24), dinyatakan telah sembuh. Santri dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan,...

KONI Aceh Serahkan Bonus untuk Atlet Peraih Medali Pra-PON, Porwil dan SEA Games

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Komite Olahraga Nasiona Indonesia (KONI) Aceh menyerahkan bonus uang tunai kepada para atlet dan pelatih peraih medali di ajang...

More Articles Like This